FAJAR, MAKASSAR — Menyambut bulan suci Ramadan, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar mendorong penguatan literasi baca tulis Al-Qur’an melalui gerakan yang terstruktur dan melibatkan berbagai potensi umat.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Makassar, Hasan Pinang, mengatakan penguatan pendidikan Al-Qur’an tidak bisa hanya bersifat seruan moral, tetapi harus difasilitasi secara nyata melalui sinergi kelembagaan.
“Al-Qur’an ini harus dilakukan secara gerakan struktural, dalam artian mendorong semua potensi. Insya Allah kami sudah menjalin kerja sama, ada FKPP, ada Al-Markas, dan beberapa lembaga lainnya untuk mengantar anak-anak kita berliterasi Al-Qur’an di bulan Ramadan,” ujar Hasan saat berkunjung ke Harian FAJAR, Selasa, (3/2/2026).
Menurutnya, momentum Ramadan sangat tepat untuk menghadirkan ruang-ruang edukatif berbasis Al-Qur’an, terlebih saat anak-anak memiliki waktu libur sekolah.
“Kami ingin anak-anak punya tempat yang luas, suasana Qur’ani. Apalagi kalau ada libur Ramadan, itu harus dibawa ke suasana Al-Qur’an,” katanya.
Hasan menegaskan, peran pemerintah bukan sekadar menyerukan ajakan mengaji, melainkan juga memfasilitasi dan membangun komunikasi lintas lembaga agar gerakan tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kalau hanya seruan tanpa fasilitasi, itu tidak cukup. Birokrasi harus hadir, membangun komunikasi, saling menghormati, dan menggerakkan jaringan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan juga menekankan kemuliaan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Ia menyebut, keutamaan Ramadan tidak bisa dilepaskan dari kedudukan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup umat Islam.
Ia menambahkan, siapa pun yang menjaga dan memuliakan Al-Qur’an akan dimuliakan oleh Allah SWT, dengan catatan dilakukan dengan keikhlasan.
“Gerakan ini harus dilandasi keikhlasan. Jangan melihatnya sebagai layanan atau soal kesejahteraan bulanan. Ini amal saleh, dan Alhamdulillah kita diteguhkan Allah untuk mengurus urusan Al-Qur’an,” ujarnya.
Hasan berharap, melalui sinergi yang dibangun, Ramadan tahun ini menjadi momentum meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter generasi muda.
“Barang siapa meluangkan waktunya membaca Al-Qur’an, insya Allah Allah akan memuliakan kehidupannya. Dari sanalah kita mensalehkan generasi, keluarga, dan masa depan umat,” pungkasnya.




