Purbaya: Anggaran Gentengisasi Tak Sampai Rp 1 Triliun

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa anggaran proyek gentengisasi yang digagas pemerintah tidak sebesar yang banyak beredar di publik.

Menurut dia, kebutuhan anggaran program penggantian atap rumah dari seng ke genteng berbahan tanah diperkirakan masih di bawah Rp 1 triliun dan relatif bisa dikendalikan.

Purbaya mengatakan, perhitungan anggaran yang beredar selama ini masih sangat kasar karena menggunakan asumsi seluruh rumah akan diganti atapnya. Padahal, dalam implementasinya, hanya sebagian rumah yang menggunakan seng yang menjadi sasaran program tersebut.

“Gentengisasi enggak sampai Rp 1 triliun (anggarannya),” kata Purbaya di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2).

Dia menjelaskan, estimasi anggaran membengkak karena semua rumah dihitung seolah-olah harus mengganti atap. Padahal, realisasinya jauh lebih kecil karena tidak semua rumah menggunakan seng dan tidak semuanya akan diganti.

“Yang diganti paling berapa puluh persen diganti yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil,” ungkapnya.

Purbaya menambahkan, hingga saat ini perhitungan tersebut masih bersifat awal dan belum final. Pemerintah, kata dia, masih memiliki ruang untuk menyesuaikan dan mengendalikan besaran anggaran agar tetap efisien.

Terkait sumber pendanaan, Purbaya menyebut pemerintah memiliki sejumlah opsi. Selain ruang fiskal yang tersedia, pendanaan juga dapat berasal dari cadangan yang dimiliki negara, termasuk kemungkinan memanfaatkan pos lain yang sudah ada.

“Ada kemungkinan dari situ (anggaran Makan Bergizi Gratis yang dipotong), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah nggak banyak-banyak banget kalau nggak salah anggarannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menggagas ide penggunaan genteng berbahan dasar tanah untuk memperindah bangunan di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hunian. Prabowo menilai masih banyak rumah di daerah yang menggunakan seng yang dinilai tidak awet dan tidak ramah lingkungan.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh,” kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat pada Senin (2/2).

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, sebanyak 57,93 persen atau 40.913.287 rumah tangga di Indonesia sudah menggunakan genteng sebagai atap rumah mereka. Artinya, mayoritas masyarakat Indonesia sudah menggunakan genteng sebagai pilihan utama.

Sementara itu, 31,48 persen atau 22.232.058 rumah tangga menggunakan seng sebagai atap. Seng merupakan material penutup atap yang terbuat dari lembaran logam. Bahan itu terkenal dengan bebannya yang ringan, tahan lama, dan harganya yang lebih terjangkau.

Meski begitu, penggunaan seng sebagai atap seringkali tak diminati lantaran dapat mengeluarkan bunyi berisik saat hujan. Selain itu, rumah juga bisa terasa lebih panas lantaran bahan bersifat logam menyerap dan menghantarkan panas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Switch 2 Laris Manis, Kinerja Nintendo Tetap Kuat di Tengah Lonjakan Harga Chip
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Banjir Dukungan Selebritis Usai Denada Ungkap Pengakuan dan Minta Maaf pada Ressa, Ada dari Mantan Suami!
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Sido Muncul Raih Penghargaan BPOM, Konsisten Jamin Produk Herbal Bermutu
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Abu Dhabi Open: Ditekuk Petenis Rusia Unggulan 5, Janice Tjen Gagal ke 8 Besar
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Solusi Atasi Banjir di Daan Mogot, Pramono Lanjutkan Pembangunan 4 Rumah Pompa
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.