Lima warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal Liao Dong Yu 578 berbendera China masih berada di atas kapal yang dibajak di perairan Somalia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan, kondisi kelima WNI tersebut dalam keadaan aman dan sehat, sementara proses negosiasi dengan para pembajak masih terus berlangsung.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang pada Selasa (3/2) mengatakan, penanganan kasus ini dilakukan oleh Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Nairobi, Kenya.
Yvonne menjelaskan, dari total enam ABK WNI di kapal tersebut, satu orang telah berhasil dipulangkan ke Indonesia.
“Pada 15 Januari 2026 telah berhasil dipulangkan satu ABK WNI dan yang bersangkutan telah tiba di daerah asal,” ungkapnya kepada awak media.
Sementara itu, lima ABK WNI lainnya masih berada di atas kapal. Kemlu memastikan KBRI Nairobi terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menjamin keselamatan mereka.
“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi bersama dengan pihak berwajib untuk melakukan pendekatan dan negosiasi langsung dengan para pembajak,” ujar Yvonne.
Ia menegaskan, upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para WNI tetap aman dan sehat selama proses negosiasi berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, Yvonne meminta dukungan media dan masyarakat agar menyikapi kasus ini dengan tepat.
“Kami berharap masyarakat dapat menyikapi hal ini secara sensitif agar tidak mengganggu proses negosiasi yang saat ini tengah berlangsung,” ucapnya.
Yvonne menambahkan, proses negosiasi ditangani langsung oleh KBRI Nairobi dengan arahan dari pusat Kemlu dan Direktorat PWNI.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4812121/original/007472900_1713970098-ILUSTRASI_BORGOL.jpg)

