Bisnis.com, JAKARTA — Lion Parcel, anak usaha Lion Group di bidang logistik, membidik target pertumbuhan volume pengiriman paket sebesar 40% pada semester I/2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto menyampaikan, target pertumbuhan yang cukup signifikan tersebut sejalan dengan proyeksi pengiriman yang melonjak seiring momentum Ramadan dan Lebaran.
“Pertumbuhan di semester satu tahun lalu sekitar 40%, kurang lebih targetnya sama di tahun ini. Kami optimistis, kami yakin [terlebih] ada Ramadan [dan Lebaran],” ujarnya dalam Media Luncheon, Selasa (3/2/2026).
Kenny menuturkan, peningkatan volume pun mulai tampak sejak awal Februari ini atau menjelang Ramadan.
Pihaknya telah melakukan survei ke sejumlah pusat perbelanjaan, salah satunya Tanah Abang, di mana permintaan untuk pengiriman barang mulai bertumbuh.
Terlebih, Lion Parcel menghadirkan promo 13.13—bertepatan dengan ulang tahun perusahaan yang jatuh pada 14 Februari—berupa diskon 13% untuk transaksi melalui aplikasi Lion Parcel.
Baca Juga
- Antisipasi Lonjakan Paket, Lion Parcel Tambah Kurir Jelang Lebaran 2026
- Lion Parcel Catat Pertumbuhan 40%, Pacu Hub Baru
- Jelang Imlek, Lion Parcel Antisipasi Lonjakan Pengiriman
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan volume, Lion Parcel memperkuat fondasi layanan melalui peningkatan kapabilitas infrastruktur operasional di berbagai aspek. Misalnya, melalui ekspansi fasilitas hub yang kini dilengkapi mesin X-ray di beberapa kota strategis.
Mesin X-ray Lion Parcel juga telah dilengkapi teknologi AI untuk membantu proses identifikasi dan penyortiran barang yang akan dikirim melalui jalur udara. Selain itu, Lion Parcel juga melakukan optimalisasi armada dan penguatan sumber daya manusia untuk mendukung keandalan layanan.
Kemudian, Lion Parcel juga melakukan optimalisasi customer experience dengan memperkuat aspek people dan sistem. Dari sisi people, tim layanan pelanggan dipersiapkan untuk memberikan respons yang lebih cepat dan informatif.
Sementara dari sisi sistem, Lion Parcel meningkatkan kapabilitas teknologi dan sistem pendukung agar pelanggan dapat memperoleh informasi dengan lebih transparan dan akurat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengalaman pelanggan tetap terjaga selama periode puncak pengiriman.
Selain mengandalkan Ramadan dan Lebaran, Kenny mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan “senjata” baru untuk mendongkrak kinerja perusahaan di tengah tantangan daya beli masyarakat terkini.
“Pada 2026 ekonomi masih belum begitu oke, mau tidak mau untuk growth-nya dengan makan dari kue logistik lain. Ada beberapa hal yang akan kami lakukan di kuartal II/2026,” tambahnya.
Kenny enggan merinci rencana tersebut. Namun, dirinya memastikan hal itu akan diumumkan pada 1 April mendatang.




