Pemerintah Komitmen Reformasi Pasar Modal, IHSG Berpotensi ke 8.210

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan siang ini dan berhasil bergerak di atas level psikologis 8.000. Hingga pukul 14.45 WIB, IHSG tercatat berada di posisi 8.049 atau menguat 1,6% dibandingkan pembukaan di level 7.888.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup solid dengan total volume mencapai 493 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 23 triliun. Penguatan indeks mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar saham domestik.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam jalur teknikal yang positif. Menurutnya, penguatan indeks terjadi setelah IHSG menguji area 38,2% Fibonacci retracement.

“Secara teknikal, IHSG semestinya bisa menguat setelah menguji 38,2% Fibonacci retracement yang didukung oleh indikator RSI yang sebelumnya menunjukkan kondisi oversold,” ujar Nafan, Selasa (3/2).

Ia menambahkan, IHSG saat ini memiliki level support di area 7.836 dan 7.701, sementara resistance terdekat berada di level 8.054 dan 8.210. Selama indeks mampu bertahan di atas area support, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

Nafan melihat, dari sisi sentimen domestik, pasar merespons positif langkah regulator pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyampaikan sejumlah usulan kepada MSCI mengenai upaya reformasi pasar modal RI.

Usulan perbaikan tersebut antara lain peningkatan transparansi pengungkapan kepemilikan saham, perluasan likuiditas pasar, serta rencana kenaikan batas minimum free float secara bertahap dari 7,5% menjadi 15% dengan target awal implementasi pada Maret 2026.

Upaya penguatan kualitas data investor juga menjadi perhatian utama melalui klasifikasi 27 sub-tipe investor dan komitmen pembaruan data secara berkala

Sementara dari sentimen global, kata Nafan, pelaku pasar masih memperkirakan The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan berikutnya.

Meski demikian, peluang pemangkasan suku bunga lanjutan di pertengahan 2026 tetap terbuka apabila inflasi tetap terkendali.

Optimisme terhadap kinerja laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar serta penantian rilis data tenaga kerja turut menopang sentimen positif pasar saham global.

"Kombinasi sentimen teknikal, domestik, dan eksternal tersebut menjadi faktor pendukung bagi IHSG untuk tetap bergerak stabil dengan kecenderungan menguat dalam jangka pendek," pungkas Nafan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Belanda Dukung Piala Dunia 2026, Sepak Bola adalah Alat Pemersatu
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
RRI dan ANTARA Dukung TVRI Maksimalkan Hak Siar Piala Dunia 2026
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Tommy Soeharto Resmi Lepas Seluruh Saham Langsung di Humpuss Intermoda (HITS), Transaksi Tembus Rp288 Miliar
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Video: Dorong ESG RI, Climate Policy Initiative Raih Anugerah ESG 2026
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Capai Kesepakatan Dagang, Trump Sebut India Akan Stop Beli Minyak Rusia
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.