KOMPAS.TV - Dalam dunia analisis kimia dan laboratorium, validitas data adalah inti dari segala bentuk penelitian. Sebagai ilustrasi, bayangkan jika sebuah hasil analisa menunjukkan kadar zat berbahaya di bawah ambang batas, namun kenyataannya sebaliknya karena alat ukur tidak terkalibrasi dengan benar.
Hal ini dapat berujung pada keputusan yang fatal, baik dalam industri farmasi, pangan, maupun lingkungan. Tidak ada analis atau peneliti yang menginginkan integritas datanya dipertanyakan karena ketidakakuratan instrumen.
Oleh karena itu, keberadaan dan penggunaan baku pembanding (Reference Standards) menjadi sesuatu yang tidak dapat ditawar. Baku pembanding berfungsi sebagai "timbangan" atau tolak ukur yang menjamin bahwa alat dan metode yang digunakan di laboratorium bekerja sesuai dengan standar yang seharusnya.
Lantas, apa sebenarnya peran baku pembanding ini, dan bagaimana cara memilih penyedia yang terpercaya? Simak penjelasan lengkap mengenai standarisasi laboratorium dalam artikel di bawah ini.
Apa itu Baku Pembanding (Reference Standards)?
Secara definisi, baku pembanding atau sering dikenal sebagai Reference Standards adalah material dengan kemurnian dan stabilitas yang sangat tinggi, yang telah diverifikasi secara ketat untuk digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran.
Dalam praktik laboratorium, baku ini digunakan untuk berbagai tujuan kritis, mulai dari kalibrasi instrumen, validasi metode analisa, hingga pengujian ketepatan sistem (System Suitability Testing).
Tanpa baku pembanding yang berkualitas, hasil pengukuran laboratorium menjadi relatif dan tidak dapat dibandingkan dengan data dari laboratorium lain atau standar nasional/internasional.
Oleh karena itu, ketersediaan baku pembanding yang bersertifikat adalah syarat mutlak bagi laboratorium yang ingin lulus uji profisiensi dan mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025.
Proses preparasi sampel menggunakan baku pembanding bersertifikat dilakukan secara teliti guna menjamin ketepatan hasil analisis kimia di laboratorium. (Sumber: Dok. Ilustrasi visual hasil generative AI (Gemini Nano Banana))Perbandingan: Baku Pembanding Biasa vs. Standar Sertifikasi
Untuk menilai kualitas baku pembanding yang akan digunakan, berikut adalah tabel perbandingan antara penggunaan standar umum dengan standar yang didistribusikan oleh perusahaan profesional seperti PT. Karunia Jasindo:
Aspek Baku Pembanding Tanpa Sertifikasi Baku Pembanding dari PT. Karunia Jasindo Jejak Pelacakan (Traceability) Tidak jelas atau hanya klaim internal Terlacak ke standar nasional (NIST/BIPM) atau produsen global Dokumentasi Minim, tanpa detail spesifikasi Dilengkapi Sertifikat Analisis (Certificate of Analysis/CoA) lengkap Kemurnian (Purity) Tidak konsisten, bisa menurunkan akurasi Kemurnian tinggi dan stabil sesuai standar industri Aplikasi Hanya untuk percobaan kasar Cocok untuk kalibrasi presisi dan validasi metode Penyimpanan Risiko degradasi tinggi Didukung layanan pengemasan dan penyimpanan yang sesuaiKriteria Memilih Penyedia Baku Pembanding yang Tepat
Dalam memilih mitra distributor untuk kebutuhan baku pembanding, ada beberapa kriteria teknis yang harus diperhatikan agar laboratorium terhindar dari kesalahan sistematis:
1. Traceability (Jejak Pelacakan)
Baku pembanding yang baik harus memiliki traceability yang jelas. Artinya, nilai yang tertera pada baku tersebut dapat dilacak balik ke standar primer nasional atau internasional. Tanpa jejak pelacakan ini, hasil analisa Anda tidak akan diakui secara global atau hukum. Distributor profesional harus dapat menunjukkan rantai penjaminan mutu ini.
2. Sertifikat Analisis (CoA) yang Lengkap
Setiap kemasan baku pembanding harus disertai dengan Sertifikat Analisis (Certificate of Analysis) yang memuat informasi mengenai kemurnian, ketidakpastian pengukuran (uncertainty), dan metode penentuan yang digunakan. Ini adalah dokumen vital saat audit akreditasi laboratorium dilakukan.
3. Penanganan dan Penyimpanan
Beberapa jenis baku pembanding, terutama yang bersifat biologis atau bahan kimia organik tertentu, sangat sensitif terhadap suhu. Distributor yang handal harus mampu memastikan cold chain (rantai dingin) terjaga selama proses distribusi agar kualitas baku tidak menurun saat sampai di tangan Anda.
Analis laboratorium melakukan pengoperasian instrumen analisis untuk memastikan hasil pengukuran sesuai standar dan terkalibrasi dengan baik. Akurasi alat menjadi kunci validitas data penelitian. (Sumber: Dok. Ilustrasi visual hasil generative AI (Gemini Nano Banana))Penulis : ADV-Pasangiklan.com
Sumber : Kompas TV
- Baku Pembanding
- Analisis Laboratorium
- Industri Distribusi Laboratorium
- Karunia Jasindo




