Imam an-Nawawi: Ulama Syafi’iyyah Sunnahkan Menghidupkan Nisfu Syaban

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Malam Nisfu Syaban sejak lama mendapat perhatian khusus dalam khazanah keilmuan Islam. Meski sejumlah hadis tentang keutamaannya dinilai dhaif, para ulama dari kalangan Syafi’iyyah tetap menganjurkan untuk menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan.

Imam an-Nawawi (w. 676 H) menyebutkan bahwa kalangan ulama Syafi’iyyah mensunnahkan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban, meskipun hadisnya dianggap dhaif. Sebagaimana sebutkan Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam kitabnya al-Majmu:

Baca Juga
  • Bursa Panglima TNI, Dominasi Matra, dan Lingkar Kekuasaan
  • Pengamat: Kenaikan Free Float Saham Ikuti Standar Internasional
  • BPBD: 84 Kejadian Bencana di Jabar, 80 Orang Meninggal Dunia
Imam Syafii dan ulama Syafi’iyyah mensunnahkan menghidupkan malam nishfu Syaban, meski hadisnya dianggap dhaif. Sebagaimana di awal kitab (al-Majmu’) bahwa hadis dhaif itu tak masalah diamalkan dalam fadhail amal, dikutip dari buku Malam Nishfu Sya’ban karya Ustaz Hanif Luthfi Lc terbitan Rumag Fiqih Publishing.

Salah seorang tabiin bernama Atha’ bin Yasar (w. 103 H) menyebut bahwa malam nishfu Sya’ban itu malam yang utama setelah lailatul qadar.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Atha’ bin Yasar menyebutkan sebagaimana dinukil oleh Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif: Dari Atha’ bin Yasar berkata: Tidak ada satu malam setelah Lailatul Qadar yang lebih mulia daripada malam nishfu Sya’ban.

Maka, kita juga akan temukan amalan para salaf dalam rangka memuliakan malam nishfu Sya’ban ini.

Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif menceritakan bahwa dahulu para ulama salaf dari kalangan tabi'in di Syam bersungguh-sungguh dalam ibadah pada malam nishfu Sya’ban. Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) menyebutkan:

Pada malam nisfu Syaban, para tabiin dari Ahli Syam seperti Khalid bin Mi’dan, Makhul, Luqman bin Amir dan lainnya mereka sangat mengagungkan malam itu dan bersungguh sungguh dalam ibadah. Dari merekalah orang-orang mengambil fadhilahnya.

Jadi beribadah dengan lebih giat pada malam nishfu Sya’ban ini menjadi kebiasaan dari ulama salaf dari kalangan tabiin, khususnya dari Syam.

Termasuk ulama salaf yang menghidupkan malam nishfu Syaban adalah al-Hafidz Ibnu Asakir (w. 571 H).  Abdul Fattah Abu Ghuddah (1417 H), dalam kitabnya Qimat az-Zaman inda al-Ulama, menyebutkan bahwa Ibnu Asakir ini ulama yang banyak ibadahnya.

(Ibnu Asakir) itu banyak melakukan amalan sunnah dan dzikir, beliau menghidupkan malam nishfu Syaban dan malam id dengan sholat dan dzikir. 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ini 7 Pakaian yang Sebaiknya Dihindari saat Naik Pesawat
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Panduan Lengkap PTSL 2026: Syarat, Dokumen, dan Tahapan Urus Sertifikat Tanah Gratis
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Crystal Palace Pecahkan Rekor Klub untuk Boyong Jorgen Strand Larsen dari Wolverhampton Wanderers
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tanggapi Reaksi Gibran Soal Mens Rea, Pandji Pragiwaksono: Cukup Bijak Ya
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kremlin: Rusia Siap Amankan Uranium Iran
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.