jpnn.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat Dede Yusuf menyebut parpolnya masih menjaring masukan berbagai elemen di kepemiluan dalam menentukan angka ideal ambang batas parlemen atau parlementary treshold (PT).
"Kami masih menjaring masukan-masukan dari para praktisi, pengamat, ataupun akademisi," kata Dede menjawab pertanyaan awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2).
BACA JUGA: Prabowo Undang Ormas Islam ke Istana, Begini Isunya
Termasuk, kata dia, Demokrat melalui fraksi di DPR mendengarkan masukan terkait penurunan ambang batas parlemen tak menjamin suara rakyat terserap.
"Kuncinya bukan pada PT-nya, karena kami juga pernah mengalami, ya, ketika 2,5 persen saja 19 juta (suara, red) itu tahun 2009 terbuang," ujar Dede.
BACA JUGA: Hensa Soroti Kinerja Seskab Teddy dan Purbaya, Ada yang Bikin Deg-degan
Eks Wakil Gubernur Jawa Barat itu sendiri menilai ambang batas parlemen sebuah keniscayaan dan diterapkan di berbagai negara.
"Berbagai negara ada yang sampai tujuh persen, lima persen, empat persen, ya," lanjut Dede.
BACA JUGA: Penjelasan Brigjen Untung soal Keberadaan Riza Chalid
Dia menuturkan ambang batas parlemen sebenarnya diperlukan demi mencegah fraksi di DPR terlalu banyak.
"Kalau terlalu banyak partai juga yang masuk dalam parlemen, yang terjadi tidak lagi ada yang namanya posisi-posisi apakah itu oposisi, apakah pendukung pemerintah," kata dia. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




