Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan tidak ada resistensi terhadap keputusan pemerintah bergabung dengan Board of Peace (BoP).
  • Perbedaan pandangan muncul karena belum tersampaikannya secara utuh landasan keputusan presiden mengenai BoP tersebut.
  • Presiden Prabowo akan menjelaskan keputusan BoP kepada pimpinan ormas Islam di Jakarta pada Selasa (3/2/2026) untuk mencapai pemahaman.

Suara.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai tidak ada resistensi terhadap keputusan pemerintah terkait bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

Menurutnya, yang terjadi saat ini hanyalah perbedaan pandangan atas keputusan pemerintah tersebut. Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi sejumlah sikap kontra, termasuk dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

"Bukan resistensi ya. Mungkin masih ada perbedaan pandangan yang mungkin itu karena belum tersampaikan secara utuh apa yang melandasi keputusan dari bapak presiden, keputusan pemerintah, termasuk di situ kan ada yang poin-poin apa namanya yang diatur di dalam Board of Peace, yang itu juga menjadi bahan-bahan yang barangkali ini belum tersampaikan secara utuh," tutur Pras sebelum pertemuan Presiden Prabowo dengan pimpinan ormas Islam di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pras menyampaikan bahwa dalam pertemuan hari ini dengan sejumlah ormas Islam dan tokoh Islam, Presiden Prabowo akan memberikan penjelasan terkait keputusan bergabung dengan BoP.

"Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari memungkinkan untuk bapak presiden bisa jadi akan menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak," kata Pras.

Pandangan senada disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ia menilai sikap penolakan yang muncul saat ini disebabkan belum dipahaminya alasan di balik keputusan bergabung dengan BoP.

"Dinamika masyarakat kita kan seperti itu ya. Memang kalau orang itu belum paham penjelasan dari bapak presiden berpotensi untuk berbeda pendapat. Tapi setelah orang mendengarkan penjelasannya secara rinci, ya maka sesuai syariah daripada apa yang disampaikan bapak presiden itu maka pada akhirnya alhamdulillah bisa saling memberikan masukan lah ya," kata Nasaruddin.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
TikTok Mulai Ditinggal, Pindah ke Aplikasi Baru Buatan Palestina
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rencana Prabowo Bertemu Trump, Seskab Teddy Sebut Masih dalam Pembahasan
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Sutiani Meninggal Usai Motornya Tabrak Pohon di Medan, 2 Anaknya Selamat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Respons Rencana Bareskrim Usut Polemik Saham Gorengan yang Kacaukan IHSG
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
AS Dituntut Stop Interogasi Pegawai China
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.