Purbaya Sebut Proyek Gentengisasi Telan Anggaran di Bawah Rp1 Triliun

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Purbaya menyebut kebutuhan dana untuk program tersebut relatif kecil dan masih berada dalam batas yang terkendali.

Purbaya Sebut Proyek Gentengisasi Telan Anggaran di Bawah Rp1 Triliun (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi spekulasi mengenai besarnya anggaran program "Gentengisasi" atau penggantian atap seng ke genteng tanah liat yang digagas pemerintah. 

Purbaya menyebut kebutuhan dana untuk program tersebut relatif kecil dan masih berada dalam batas yang terkendali.

Baca Juga:
Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp16.754 per Dolar AS

Menurut Purbaya, estimasi besar yang beredar di masyarakat selama ini merupakan hasil perhitungan kasar yang mengasumsikan seluruh rumah di Indonesia akan diganti atapnya. Padahal, sasaran program ini sangat spesifik dan hanya mencakup sebagian rumah yang masih menggunakan seng.

“Gentengisasi enggak sampai Rp 1 triliun (anggarannya). Kan kita juga ada cadangan,” kata Purbaya di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga:
Pemerintah Komitmen Reformasi Pasar Modal, IHSG Berpotensi ke Level 8.210

Dia menjelaskan bahwa dalam implementasinya, pemerintah akan melakukan kurasi terhadap rumah-rumah yang benar-benar memerlukan penggantian. Hal inilah yang membuat realisasi anggaran diprediksi jauh lebih kecil dibandingkan perkiraan publik.

“Yang diganti paling berapa puluh persen diganti yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil,” kata dia.

Baca Juga:
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,23 Persen di Kuartal IV-2025

Terkait sumber dana, Purbaya menyebut pemerintah memiliki fleksibilitas fiskal. Ia tidak menampik adanya kemungkinan pemanfaatan cadangan negara atau pengalihan dari pos lain yang memungkinkan.

“Ada kemungkinan dari situ (anggaran Makan Bergizi Gratis yang dipotong), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah nggak banyak-banyak banget kalau nggak salah anggarannya,” ujar Purbaya.

Baca Juga:
Inflasi Terkendali, Bapanas Terus Perkuat Program Intervensi Pangan

Ide gentengisasi ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan meningkatkan kualitas hunian sekaligus estetika bangunan di berbagai daerah. Penggunaan seng dinilai memiliki kekurangan, seperti suhu ruangan yang menjadi lebih panas dan suara bising yang ditimbulkan saat hujan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini masih terdapat sekitar 31,48 persen atau sekitar 22,2 juta rumah tangga yang menggunakan seng.

Baca Juga:
Pemerintah Dipastikan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan Jelang Ramadan

Sementara itu, mayoritas rumah tangga di Indonesia (57,93 persen) sudah menggunakan genteng sebagai pelindung utama hunian mereka. Pemerintah saat ini masih terus mematangkan perhitungan final agar program ini dapat berjalan efisien tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hyundai & Kia Kembangkan Vision Pulse, Sistem Keselamatan Berbasis UWB
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Paulus Tannos Ajukan Praperadilan Lagi, Sidang Digelar Pekan Depan
• 13 jam laludetik.com
thumb
Gak Panic Selling, Bitcoin (BTC) Diam-diam Malah Diborong Strategy (MSTR)
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Diterapkan Februari, Ini yang Akan Dilakukan OJK Selain Membuka Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Persiapan Lebaran 2026, BTP Surabaya Periksa 587 Sarana Kereta
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.