Jakarta, CNBC Indonesia- Upaya Indonesia mendorong hilirisasi bauksit nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kendala pembangunan smelter bauksit yang tidak semulus pengembangan smelter nikel.
Ketua Umum Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto mengatakan kemajuan hilirisasi bauksit membutuhkan regulasi yang berpihak kepada industri, Hal ini penting untuk mendukung hilirisasi bauksit sebagai primadona baru bagi sektor minerba RI.
Selain itu persoalan lahan dan persoalan modal yang besar masih menjadi tantangan, di sektor hulu permasalahan Harga jual bauksit yang lebih rendah dari Harga Patokan Mineral (HPM) tingkat penambang dan tidak mengikuti aturan pemerintah masih menjadi masalah. ABI berharap adanya kepastian hukum dalam pelaksanaan aturan harga untuk memberi ketenangan bagi penambang.
ABI berharap dukungan regulasi yang bisa mempercepat hilirisasi dan memberi kepastian bagi pengusaha. Lalu Seperti apa tantangan dan PR RI mengembangkan hilirisasi bauksit RI? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Ketua Umum Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 03/02/2026)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F03%2F58e9399f2a0e5fb0ab25408057ff96dd-IMG_20260203_WA0039.jpg)