Pramono Pastikan Belum Ada Laporan Kasus Infeksi Virus Nipah di Jakarta

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pramono juga telah mengerahkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengantisipasi persebarannya jika ada kasus dilaporkan.

Pramono Pastikan Belum Ada Laporan Kasus Infeksi Virus Nipah di Jakarta. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan belum ada temuan ataupun laporan kasus infeksi virus nipah di wilayah DKI Jakarta. Pramono menegaskan Jakarta masih terbebas dari virus tersebut.

“Yang virus Nipah sekali lagi, alhamdulillah sampai hari ini di Jakarta belum ditemukan yang terkena virus Nipah,” kata Pramono kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga:
Waspada Penyebaran Virus Nipah, Barantin Perketat Lalu Lintas Komoditas Hewan dan Tumbuhan

Meski demikian, Pramono menegaskan virus nipah merupakan salah satu yang disorot Kementerian Kesehatan. Dia mengaku telah mengerahkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengantisipasi persebarannya jika ada kasus dilaporkan.

“Kemarin waktu berkomunikasi dengan bapak menteri kesehatan, mudah-mudahan Jakarta segera mengantisipasi dan saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera mengatasi, menangani itu,” sambung Pramono.

Baca Juga:
WHO Sebut Risiko Penyebaran Virus Nipah dari India Rendah

Politikus PDIP itu menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan lebih tanggap menghadapi penyakit. 

“Mudah-mudahan Jakarta lebih tanggap, karena persoalan yang menyangkut virus Nipah terus kemudian yang kemarin kencing apa? Tikus dan sebagainya mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta,” katanya.

Baca Juga:
Apa Itu Virus Nipah? Sedang Heboh di India, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Sebelumnya, India melaporkan dua kasus infeksi virus Nipah (NiV) di Bengal Barat pada 13 Januari 2026. Namun tak lama kemudian beredar kabar bahwa jumlah kasus bertambah menjadi tiga, dengan 100 orang dikarantina. 

Kabar kasus infeksi NiV ini membuat Thailand dan Nepal meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara internasional dan check point perbatasan untuk mengantisipasi penularan yang meluas. 

Pemeriksaan ini ditujukan untuk semua penumpang, tetapi terutama untuk penumpang dari India atau Bengal Barat. Selain itu, masyarakat China juga mengkhawatirkan persebaran virus Nipah jelang perayaan Imlek. Sebab saat Imlek, mobilitas warga setempat akan meningkat. 

Virus nipah dapat ditularkan dari binatang dan dari manusia yang telah tertular. Infeksi virus nipah memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi, yakni hingga 75 persen. Oleh sebab itu banyak negara mengkhawatirkan persebarannya. 

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wujud Toleransi, Ratusan Masyarakat Muslim Ekasapta Sambut Kedatangan Uskup Larantuka
• 27 menit lalutvrinews.com
thumb
Pandji Pragiwaksono soal Pro Kontra Mens Rea: Siapa pun Boleh Punya Pendapat terhadap Karya Saya
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
BRI Super League: Persib Sambut Ramadhan dengan Doa dan Harapan Juara
• 5 jam lalubola.com
thumb
Persijap Merasa Dirugikan Wasit, Terjadi Keributan Usai Laga Kontra Arema FC
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
BBM Shell Super Turun Harga Tapi Kembali Langka, Hanya Tersedia di Satu SPBU Wilayah Jabodetabek
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.