Persijap Merasa Dirugikan Wasit, Terjadi Keributan Usai Laga Kontra Arema FC

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Arema FC menang 1-0 atas Persijap Jepara dalam laga lanjutan Super League 2025/26 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Senin (2/2). Keributan terjadi usai pertandingan ini.

Dalam laga tersebut, Persijap sebenarnya sempat mencetak dua gol, tetapi dianulir wasit Aidil Azmi. Dua gol Persijap yang dianulir itu dicetak oleh Iker Guarrotxena di menit 5 dan Gustavo Franca yang memanfaatkan umpan dari Guarrotxena di menit 58.

Pada gol kedua, Guarrotxena terlihat sudah dalam posisi offside terlebih dahulu dengan jarak yang tipis, sebelum bekerja sama satu dua dengan Franca. Kputusan itu sempat menjadi perdebatan.

Sebab wasit Aidil Azmi yang awalnya memutuskan offside sempat berkomunikasi dengan wasit VAR, Sance Lawita, lalu keputusan itu diubah menjadi gol. Selang beberapa detik kemudian, keputusan justru berubah lagi, dengan gol itu tak disahkan karena offside.

Alhasil keputusan itu sempat menuai protes pemain dan ofisial Persijap di pinggir lapangan yang berselebrasi. Pemain bahkan meminta wasit mengecek layar Video Assistant Referee (VAR), tapi wasit tak bergeming dengan keputusannya yang menganulir gol tanpa melihat VAR.

Skor 1-0 itu bertahan hingga akhir pertandingan. Keributan di akhir laga pun pecah.

Sejumlah pemain Persijap Jepara dan Arema FC terlibat perkelahian saat hendak bersalaman. Mereka saling beradu argumen dan kontak fisik, sehingga membuat situasi memanas. Kontak fisik terjadi antara Gustavo Franca, Iker Guarrotxena, dan beberapa pemain serta ofisial Arema FC.

Bahkan pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, pun sampai turun tangan memenangkan pemainnya yang mulai terlibat kontak fisik di bench Arema FC. Beberapa pemain Persijap juga terlihat bersitegang usai wasit mau meninggalkan lapangan.

Keributan terlihat beberapa menit juga memancing emosi penonton. Suporter di tribune VIP juga meneriaki dan memaki kubu Persijap. Hal itu sempat membuat beberapa pemain asing Persijap terpancing dan menunjukkan gesture tubuh yang kontroversi, kian membuat penonton marah. Beruntung keributan itu tak berlarut terlalu lama, karena sama-sama diredam oleh tim kepelatihan kedua kubu.

Divaldo Alves mengecam kepemimpinan wasit Aidil Azmi yang membuat skema bermain timnya berantakan. Ia mengakui keputusan wasit yang kontroversi dari membatalkan gol, mengesahkan, hingga membatalkan gol kembali tanpa melihat layar VAR membuat mental dan skema timnya berantakan.

"Ketika kita mau attack atau terakhir gol, ada satu penalti, (gol kedua) itu gol tadi tidak offside. Jadi saya nggak bisa komen lain-lain, karena yang saya lihat dua tim memang hari ini harus dapat satu sama atau kosong-kosong karena dua-duanya main bagus tadi," kata Alves usai laga.

Bahkan Alves mengangkat tab-nya saat konferensi pers menunjukkan tayangan ulang gol dari Gustavo Franca. Ia memutarkan berulang kali di hadapan awak media, bagaimana video tayangan ulang itu yang dianggapnya tak offside.

"Gol tadi yang tidak offside, itu tidak offside jauh sekali. Tapi ada beberapa keputusan dari wasit mulai merusak mental kita. Saya tidak pernah omong tentang wasit, tidak pernah. Saya sudah main dari 2008, tidak pernah ngomong. Tapi ini kita tidak lawan Arema saja," tegasnya.

Sementara itu, Gelandang Persijap, Wahyudi Hamisi, berujar bahwa ada keterangan wasit yang membuatnya menaruh curiga dari keputusan tersebut. Menurutnya, keterangan wasit itu tak banyak diketahui orang, sebab dirinya berada di dekat wasit saat berkomunikasi dengan wasit VAR.

"Ada banyak kejadian di dalam lapangan yang mungkin orang di luar tidak tahu dan banyak juga yang referee ucapkan, yang orang di luar tidak tahu karena memang saya paling dekat dengan referee, ya itu," ucap Wahyudi.

"Kalau yang tadi terjadi itu konsumsi saya pribadi. Saya yang tahu, karena saya yang paling dekat sama wasit, tidak saya sampaikan ke teman-teman media, biar saya saja yang tahu," tukas Wahyudi, sambil melemparkan senyum.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DVI Polda Jabar Terima Total 83 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kisah Kehidupan Xiao Zhen
• 54 menit laluerabaru.net
thumb
Janice Tjen jadi petenis Indonesia kedua yang capai Top 50 dunia
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Polemik Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian, Prabowo Dialog dengan Ormas Islam di Istana
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kondisi Muara Angke Memprihatinkan: Kapal-Kapal Semrawut, Nelayan Tak Bisa Melaut! | IU
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.