Lampung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar), Provinsi Lampung, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar makanan yang disajikan layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lambar Nukman saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa, mengatakan bahwa SPPG merupakan ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga kualitas makanan harus benar-benar dijaga.
“Makanan yang disajikan harus berkualitas. Jangan sampai lengah dari apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab. Beberapa waktu lalu sempat beredar di media sosial adanya SPPG yang menyajikan makanan berulat dan tidak layak konsumsi. Jangan sampai hal seperti ini terjadi,” kata dia.
Oleh karena itu, menurut dia, pengawalan dan pengawasan harus dilakukan secara ketat agar tujuan Program MBG benar-benar tercapai.
“Jangan sampai anak di sekolah menemukan makanan tidak layak konsumsi. SPPG harus memastikan makanan higienis, berkualitas, dan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Baca juga: Perketat awasi SOP, Pemkab lampung Barat beri teguran SPPG MBG
Dia menjelaskan Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Lampung Barat.
“Ini adalah upaya memastikan setiap anak tumbuh sehat, belajar dengan semangat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Secara nasional, Program MBG juga menjadi langkah strategis percepatan penurunan stunting dan penyiapan Generasi Emas 2045,” ucap Nukman.
Menurut Nukman, pihaknya telah meresmikan SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa 2, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat pada Selasa.
SPPG Pasar Liwa 2 merupakan dapur MBG kelima yang beroperasi di wilayah Kecamatan Balik Bukit dan diharapkan dapat menjangkau pelayanan makan bergizi gratis bagi siswa dan siswi yang selama ini belum terlayani secara optimal.
“Saat ini SPPG yang sudah beroperasi berjumlah 18 dari target 29 SPPG. Ini menunjukkan komitmen kita dalam menyukseskan program nasional hingga ke daerah,” ucap dia.
Baca juga: Wabup Lambar ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
Selain berdampak pada peningkatan gizi anak, Nukman berharap keberadaan dapur SPPG juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Adanya SPPG ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, memanfaatkan bahan baku lokal, dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat,” ujar dia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lambar Nukman saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa, mengatakan bahwa SPPG merupakan ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga kualitas makanan harus benar-benar dijaga.
“Makanan yang disajikan harus berkualitas. Jangan sampai lengah dari apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab. Beberapa waktu lalu sempat beredar di media sosial adanya SPPG yang menyajikan makanan berulat dan tidak layak konsumsi. Jangan sampai hal seperti ini terjadi,” kata dia.
Oleh karena itu, menurut dia, pengawalan dan pengawasan harus dilakukan secara ketat agar tujuan Program MBG benar-benar tercapai.
“Jangan sampai anak di sekolah menemukan makanan tidak layak konsumsi. SPPG harus memastikan makanan higienis, berkualitas, dan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Baca juga: Perketat awasi SOP, Pemkab lampung Barat beri teguran SPPG MBG
Dia menjelaskan Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Lampung Barat.
“Ini adalah upaya memastikan setiap anak tumbuh sehat, belajar dengan semangat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Secara nasional, Program MBG juga menjadi langkah strategis percepatan penurunan stunting dan penyiapan Generasi Emas 2045,” ucap Nukman.
Menurut Nukman, pihaknya telah meresmikan SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa 2, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat pada Selasa.
SPPG Pasar Liwa 2 merupakan dapur MBG kelima yang beroperasi di wilayah Kecamatan Balik Bukit dan diharapkan dapat menjangkau pelayanan makan bergizi gratis bagi siswa dan siswi yang selama ini belum terlayani secara optimal.
“Saat ini SPPG yang sudah beroperasi berjumlah 18 dari target 29 SPPG. Ini menunjukkan komitmen kita dalam menyukseskan program nasional hingga ke daerah,” ucap dia.
Baca juga: Wabup Lambar ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
Selain berdampak pada peningkatan gizi anak, Nukman berharap keberadaan dapur SPPG juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Adanya SPPG ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, memanfaatkan bahan baku lokal, dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat,” ujar dia.




