PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan telah memastikan bahwa LRT Jabodebek siap beroperasi penuh selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas dan rangkaian kereta dilaksanakan untuk menjamin kelayakan operasional, keselematan penumpang, serta kenyamanan dalam perjalanan.
Radhitya Mardika, Manager of Public Relation LRT Jabodebek, menegaskan bahwa kesiapan layanan menjadi perhatian utama seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen tersebut.
"Menjelang periode angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mobilitas masyarakat perkotaan meningkat, LRT Jabodebek berada dalam kondisi siap operasi, aman dan andal," terang Radhitya Mardika, Senin (2/2/2026).
Pemeriksaan terkait Keamanan dan Kenyamanan oleh Tim Gabungan KAI-DJKASelama pemeriksaan, berbagai aspek krusial terkait keamanan dan kenyamanan diperiksa. LRT Jabodebek telah memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019.
"Rangkaian pemeriksaan ini berpedoman pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum," ujar Radhitya.
Hal ini menunjukkan komitmen KAI untuk menghadirkan moda transportasi publik yang tidak hanya efektif tetapi juga aman bagi semua pengguna. Tim inspeksi mengevaluasi sistem keselamatan, keandalan operasional, dan fasilitas untuk memastikan semua aspek tersebut berfungsi dengan baik.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari KAI dan DJKA yang berkomitmen untuk menjaga standar tinggi dalam operasional LRT Jabodebek. Kolaborasi ini memungkinkan penilaian menyeluruh terhadap semua aspek layanan publik, sehingga setiap detail dapat dievaluasi dengan seksama.
Rangkaian uji coba dilaksanakan dari tanggal 27 hingga 31 Januari 2026, yang mencakup semua 18 stasiun LRT Jabodebek dan seluruh rangkaian kereta yang beroperasi.
Uji coba ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua operasional siap berjalan dengan baik tidak hanya sebelum tetapi juga selama dan selepas periode Lebaran. Hal ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat selama momen angkutan Lebaran yang sibuk.
Baca Juga:PT KAI Daop Madiun Hentikan 11 Perjalanan KA, Akibat Gempa Pacitan
Dalam upaya memberikan pelayanan yang optimal, perhatian khusus diberikan kepada pengguna yang lebih berisiko. Fasilitas dan layanan di LRT Jabodebek dirancang untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat mengakses transportasi publik ini tanpa kendala. Terutama pada periode Lebaran yang sibuk, penting bagi KAI untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi setiap penumpang.
Fasilitas khusus juga disediakan untuk lansia dan penyandang disabilitas. KAI berkomitmen untuk memberikan akses yang lebih baik bagi kelompok-kelompok masyarakat ini, dengan menyediakan fasilitas yang memadai sehingga mereka dapat melakukan perjalanan dengan mudah.
Upaya ini membuktikan bahwa KAI mengutamakan kepuasan dan kenyamanan seluruh penggunanya, tanpa membedakan usia atau kondisi fisik.
Ibu hamil dan pengguna yang membawa anak menjadi bagian penting dari strategi pelayanan KAI. Fasilitas yang ramah bagi ibu hamil dan anak diimplementasikan guna memberikan kenyamanan ekstra selama perjalanan. Ini termasuk tempat duduk yang diperuntukkan khusus, serta aksesibilitas yang lebih baik di setiap stasiun.
“Perhatian khusus diberikan pada fasilitas bagi lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta pengguna dengan anak, untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan tenang selama menggunakan LRT Jabodebek,” terang Radhitya.
Baca Juga:KAI Resmi Buka Penjualan Tiket Lebaran 2026, Ini Tanggalnya





