Indonesia Darurat Narkoba, Siti Aisyah Soroti Ledakan Kasus di Lapas dan Desa

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI, Siti Aisyah, menyatakan bahwa Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat narkoba yang ditandai oleh ledakan jumlah narapidana narkotika dan meluasnya peredaran narkoba hingga ke pedesaan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Kepala BNN RI dan seluruh Kepala BNN Provinsi di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Lapas Overkapasitas, 80 Persen Isinya Terkait Narkoba

Menurut Siti Aisyah, darurat narkoba di Indonesia terlihat jelas dari kondisi lembaga pemasyarakatan yang mengalami kelebihan kapasitas ekstrem akibat dominasi kasus narkotika.

"Dengan kondisi Indonesia yang darurat narkoba, karena hari ini lapas over capacity. Ada 100 persen, 200 persen yang tidak bisa menampung dari kejahatan narkoba. Dan isinya pak, 80–70 persen narkoba," ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi indikator gagalnya sistem pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia.

"Ini peringatan serius bagi negara," tegasnya.

Narkoba Menyasar Buruh Tani dan Anak SD

Lebih lanjut, Siti Aisyah mengungkapkan bahwa peredaran narkoba kini telah menjangkau wilayah pedesaan dan menyasar masyarakat rentan seperti buruh tani serta pekerja serabutan.

Kelompok ini, menurutnya, menjadi korban dari pola utang narkoba, di mana narkoba dibayar dengan hasil kerja, sehingga mereka terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan kecanduan.

"Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya tindak kriminal di pedesaan. Saat di lapangan saya temukan banyak barang yang rupanya dijual pak untuk membeli narkoba pak," ia mengungkapkan.

Ia juga menyatakan kekhawatirannya terhadap penyebaran narkoba di kalangan anak-anak.

Siti Aisyah mengaku menerima laporan dari guru sekolah dasar bahwa murid kelas lima sudah terpapar narkoba dan bahkan memiliki utang pembelian narkoba.

"Karena hari ini narkoba sudah ke desa-desa pak. Tidak mungkin mereka punya dana ke ibu kota provinsi untuk rehab," ungkapnya.

BNN Harus Diperkuat

Melihat situasi tersebut, Siti Aisyah menekankan pentingnya penguatan peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai garda terdepan dalam pemberantasan narkoba.

Ia mendorong agar BNN diberi kapasitas dan sumber daya yang lebih besar untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang rawan peredaran narkoba.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hore! 1.000 Unit Geely EX2 Mulai Didistribusikan
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Istana bantah Presiden gunakan dua pesawat saat kunjungan kenegaraan
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Mauricio Souza Relakan Kepala Analisis Persija Dicomot Timnas Indonesia: Dia Layak dan Punya Kemampuan Besar
• 12 jam lalubola.com
thumb
Video: Demi Hilirisasi, Penambang Bauksit Minta Kepastian Harga-Lahan
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Serukan "Gentengisasi", Pramono Anung: Saya Setuju 1.000 Persen
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.