Piala Dunia 1954: Sandor Kocsis, Top Skor Berkepala Emas

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Irfan Sudrajat

TVRINews - Budapest, Hungaria

Sandor Kocsis penyerang Timnas Hungaria yang menjadi top skor Piala Dunia 1954.

Piala Dunia 1954 menjadi era emas bagi Timnas Hungaria. Dalam Piala Dunia yang digelar di Swiss tersebut, Golden Team memang hanya sebagai runner-up. Timnas Hungaria kalah 2-3 dari Jerman Barat di final. Namun, semua kategori penghargaan individu di Piala Dunia 1954 itu jatuh kepada pemain Hungaria.

Pencetak gol terbanyak atau Golden Boot jatuh kepada Sandor Kocsis. Golden Ball atau Pemain Terbaik diberikan untuk Ferenc Puskas, dan Golden Glove juga diberikan bagi kiper Hungaria, Gyula Grosics.

Meski penghargaan Golden Ball dan Golden Glove belum resmi diberikan di Piala Dunia 1954, namun FIFA kemudian menetapkan penghargaan tersebut untuk mereka. Ini cukup menandai bahwa 1954 adalah tahunnya Hungaria.

Sandor Kocsis pemain yang membuat Timnas Hungaria istimewa di Piala Dunia 1954 itu. Penyerang ini kemudian sering disebut dengan Golden Head atau Kepala Emas. Dia adalah Golden Head dari Golden Team.

Sebutan tersebut untuk dua gol yang diciptakannya ke gawang Uruguai dalam laga semifinal Piala Dunia 1954, dua gol yang menjadi penentu Hungaria ke final..

Dalam laga tersebut, Hungaria unggul 2-0 di menit ke-13 dan 46 melalui gol Zoltan Czibor dan Nandor Hidegkuti. Namun, Uruguai menyamakan kedudukan lewat dua gol Juan Hohberg pada menit ke-75 dan 86.

Hasil imbang tersebut bertahan di 90 menit waktu normal berakhir. Hingga kemudian, di perpanjang waktu (extra time), Sandor Kocsis tampil sebagai penentu akhir pertandingan.

Gol pertama Sandor Kocsis ke gawang Uruguai tercipta pada menit ke-111 memanfaatkan assist Laszlo Budai. Sedangkan gol kedua Sandor Kocsis terjadi di menit ke-116 memanfaatkan assist Jozsel Bozsik.

Sandor Kocsis mencetak dua gol tersebut dengan tandukan. Pers Eropa menggambarkan sundulan sang pemain tercipta dengan cara yang tajam. Karena itu, kedua gol tersebut membuat Sandor Kocsis disebut dengan "The Man with the Golden Head" atau Cabeza de Oro.

Tandukan emas yang membawa Hungaria ke final Piala Dunia 1954, gol yang membuat jalannya pertandingan berakhir dramatis. Gol tersebut juga menjadi gol terakhir yang diciptakan Sandor Kocsis di Piala Dunia 1954. Dengan dua gol itu, Sandor Kocsis yang saat itu berusia 24 tahun menjadi pencetak gol terbanyak dengan total 11 gol.

Jumlah 11 gol tersebut termasuk dua kali hat-trick di Piala Dunia 1954 ini. Hat-trick pertama Sandor Kocsis tercipta di fase grup ketika Hungaria menggulung Korea Selatan, 9-0. Hat-trick tersebut diciptakan di menit ke-24, 36, dan 50.

Sedangkan hat-trick kedua dalam kemenangan 8-3 atas Jerman Barat juga di fase grup. Dalam pertandingan ini, Sandor Kocsis mencetak empat gol (quattrick) di menit ke-3, 21, 69, dan 78.

Dengan demikian, Sandor Kocsis mencatat rekor, sebagai pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak dua hat-trick dalam satu edisi Piala Dunia. Sedangkan dua gol Sandor Kocsis lainnya diciptakan saat menang 4-2 atas Brasil di perempat final.

Sandor Kocsis mencetak dua gol lawan Brasil di menit ke-7 dan menit ke-88. Hanya di final Sandor Kocsis tidak dapat mencetak gol. Timnas Jerman yang sudah mengetahui kekuatan Hungaria di fase grup, tampil dengan strategi dan sejumlah pemain berbeda di final.

Pelatih Timnas Jerman Barat, Sepp Herberger memberikan tugas kepada bek Karl Mai untuk menjaga pergerakan Sandor Kocsis dalam final tersebut. Karena itu, walau berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 1954, Sandor Kocsis tidak dapat mencetak gol di final karena pengawalan ketat Karl Mai.

Berlatih di Ruang Bawah Tanah

Sandor Kocsis kemudian tercatat sebagai Pencetak Gol Terbanyak kedua sepanjang masa Timnas Hungaria setelah Ferenc Puskas. Total dia telah mengoleksi 75 gol dari 68 pertandingan atau rata-rata 1,1 gol per laga.

Dia sudah dikenal sebagai penyerang berbahaya dan tajam sebelum tampil bersama Timnas Hungaria di Piala Dunia 1954 itu. Kemampuannya dalam mencetak gol, terutama gol menggunakan kepala merupakan hasil dari latihannya.

Pers Eropa melaporkan bahwa Sandor Kocsis sepanjang terjadinya Perang Dunia II, melatih dan menyempurnakan tandukannya di ruang bawah tanah. Dia sering menyundul bola dengan mengarahkannya ke dinding. Itu dilakukannya selama berbulan-bulan.

Sandor Kocsis memulai karier sepak bolanya di klub Kobanyai TC pada 1946. Kariernya kemudian berlanjut di Ferencvaros dari 1946 hingga 1950. Di klub ini, dia tampil dalam 84 laga dengan mencetak 67 gol.

Masa terbaik dari gol-gol Sandor Kocsis ketika bermain di Honved pada 1950 hingga 1956, dengan mencetak 177 gol dari 160 laga. Setelah bermain di Young Fellows Zurich, Sandor Kocsis ke Barcelona.

Sejak 1958 hingga 1965, Sandor Kocsis tampil dalam 126 pertandingan untuk Blaugrana, membuatnya menjadi legenda tim ini dengan mencetak 82 gol. Di Barcelona, dia meraih sejumlah gelar termasuk dua gelar La Liga pada 1958-1959 dan 1959-1960.

Pemain kelahiran Budapes pada 21 September 1929 ini, hidupnya berakhir tragis. Setelah divonis menderita kanker, Sandor Kocsis meninggal karena terjatuh dari lantai empat rumah sakit di Barcelona.

Namanya akan tetap dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah sepak bola dan kebanggaan dalam sejarah sepak bola Hungaria.

Editor: Irfan Sudrajat

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Potret Konvoi Pasukan Keamanan Negara Arab Siap Akhiri Perang Saudara
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Atasi Macet-Banjir, Pemprov Jakarta Akan Buat Flyover di Daan Mogot
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bentuk Pansel OJK, Purbaya Mulai Surati BI hingga Swasta
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Longsor di Cianjur, Enam Rumah Rusak
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
BATC: Dihiasi Tikungan Maut, Prahdiska Bagas Sikat Wakil Myanmar 2 Gim Langsung
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.