Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas sejumlah hal, termasuk proyeksi penumpang commuter line hingga tahun 2035. Dalam forum itu, KAI menargetkan peningkatan headway di lintas Stasiun Tanah Abang-Stasiun Rangkasbitung.
Dalam unggahan akun Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta dilihat, Selasa (3/2/2026), forum itu dihadiri perwakilan dari Sekretariat Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Direktorat Keselamatan Perkeretaapian, Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia(Persero), Daop I Jakarta PT KAI (Persero), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Senior Representative JICA Indonesia Office, dan Konsultan Oriental Consultant Global (OCG) Co., Ltd. Selain itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Ferdian Suryo Adhi Pramono bersama dengan Kepala Seksi Prasarana B.G. Kunta Wibisana juga turut hadir.
"Pada hari Rabu, 28 Januari 2026 dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan Railway Capacity Enhancement di bawah Loan JICA IP 563 yang digawangi oleh Direktorat Prasarana Perkeretaapian," demikian keterangan unggahan tersebut.
Dalam FGD itu dibahas beberapa hal, mulai dari Hasil Kajian dan Proyeksi Penumpang Commuter hingga tahun 2035, termasuk rekomendasi kebutuhan untuk bisa memenuhi proyeksi penumpang, Kajian Pola Operasi, serta membahas detail Basic Engineering Design.
FGD turut membahas target KAI dalam meningkatkan headway khususnya di jalur Stasiun Tanah Abang-Stasiun Rangkasbitung. Headway ditargetkan menjadi maksimal delapan menit.
"Output dari Project Railway Capacity Enhancement (IP 563) sendiri akan lebih difokuskan pada peningkatan headway di lintas Tanah Abang - Rangkasbitung hingga 4-8 menit," katanya.
DJKA berharap target itu dapat dioperasikan pada pertengahan tahun 2029.
(fca/jbr)




