jpnn.com, ABU DHABI - Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Meriyati Roeslani, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang akrab disapa Eyang Meri.
Ungkapan belasungkawa disampaikan Megawati dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di mana ia sedang melaksanakan kunjungan kerja.
BACA JUGA: Kapolri Jenderal Sigit: Eyang Meri Pelita Teladan Bagi Kami
"Saya menyatakan duka cita dan kesedihan yang mendalam karena keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri. Saya sendiri menyapa Bu Hoegeng dengan sapaan Tante Meri," kata Megawati, Selasa (3/2).
Megawati mengenang kedekatan pribadinya dengan keluarga Hoegeng. Ia menyebut Eyang Meri sebagai sosok yang hangat dan berjiwa seni.
BACA JUGA: Prabowo Beri Tanda Jasa untuk Para Tokoh, dari Jenderal Hoegeng hingga Seskab Teddy
"Tante Meri adalah seorang istri dan ibu yang sangat baik. Keduanya sama-sama hangat dan punya jiwa seni yang tinggi serta punya grup band Hawaian Senior," lanjutnya.
Ia juga bercerita sering mengunjungi kediaman mereka saat latihan band.
BACA JUGA: Megawati Hadiri dan Saksikan Peluncuran Buku di HUT Ke-100 Meriyati Hoegeng
Lebih dari sekadar hubungan keluarga, Megawati mengingatkan jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk meneladani sosok Hoegeng sebagai polisi yang bersih dan mengayomi. Pesan ini disampaikannya sebagai Presiden yang pernah mengesahkan undang-undang yang memisahkan Polri dari TNI. Ia pun membagikan kenangan pribadi tentang kesederhanaan Hoegeng.
"Saya punya pengalaman pribadi beberapa kali bertemu di jalan ketika hendak berangkat kuliah dengan Pak Hoegeng yang sedang mengendarai sepeda dengan pakaian kebesaran Kapolri. Saking sederhananya Pak Hoegeng belum memiliki rumah sendiri pada waktu itu," kenang Megawati.
Megawati menegaskan peran besar Eyang Meri di balik kesuksesan Hoegeng.
"Sebagai seorang warga negara dan pengagum Pak Hoegeng, saya merasa sangat kehilangan atas figur Kapolri seperti Pak Hoegeng dan Tante Meri sangat berperan besar mendukung Pak Hoegeng menjadi Kapolri yang sederhana dan dicintai rakyatnya," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Megawati menyampaikan penyesalan karena tidak dapat menghadiri prosesi pemakaman. "Selamat jalan Tante Meri," kata Megawati seraya meneteskan air mata. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Istri Eks Kapolri Jenderal Hoegeng Meninggal Dunia
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga



