Mensos Gus Ipul Beberkan Progres Sekolah Rakyat, Siap Tampung 30.000 Siswa

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan terkait dengan progres penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, terdapat alokasi 30.000 siswa di Sekolah Rakyat tahun ini.

Gus Ipul mengatakan saat ini pemerintah sedang dalam tahap seleksi untuk siswa di Sekolah Rakyat untuk periode tahun ini. 

"Memang ada alokasi 30.000 siswa tahun ini. Kalau semua gedung permanennya selesai, insyaAllah 30.000 itu bisa ditampung," ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (3/2/2026).

Dia menjelaskan saat ini Kementerian Sosial (Kemensos) sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar nanti pembangunan sekolah permanen bisa jadi tepat waktu. Dengan begitu, Kemensos bisa menyeleksi dan menerima siswa, sekitar 300 siswa untuk setiap gedung permanen.

"Jadi, itu sedang, lagi proses, kita sedang, lagi persiapan. Tentu kita juga persiapkan untuk keperluan guru, tenaga kependidikan yang lain, dan sekaligus tim penyeleksi untuk siswa," kata Gus Ipul.

Kementerian menginginkan agar petugas di lapangan benar-benar konsisten, bekerja sama dengan Dinas Sosial setempat, Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah setempat, dan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk menyasar penerima manfaat yang berada di Desil 1 dan Desil 2. 

Baca Juga

  • Gus Ipul Bantah Sekolah Rakyat Hanya Program Lima Tahunan
  • Waskita Karya (WSKT) Eksekusi Proyek Sekolah Rakyat Tahap II Senilai Rp3,87 Triliun

"Setelah ada penetapan dari Kepala Daerah, baru setelah itu kita tetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat," tutur Gus Ipul.

Dia pun berharap agar tim seleksi tidak main-main, tidak ada titipan, tidak ada suap-menyuap. Penerima manfaat Sekolah Rakyat menurutnya benar-benar mereka yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah sesuai arahan Presiden.

Sebelumnya, Gus Ipul juga membeberkan strategi mencapai target 500 sekolah rakyat pada 2029. Menurutnya, target Presiden Prabowo itu dapat tercapai. Dia menjelaskan Kemensos telah bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan swasta untuk membangun 100 Sekolah Rakyat permanen tiap tahun. 

"Minimal ya. Kalau 100 [sekolah] setiap tahun berarti kan tahun ini 100, tahun depan 100, tahun berikutnya 100. Jadi bisa tercapai itu harapan Bapak Presiden itu. Dan untuk itulah, kami koordinasi dengan Kementerian PU," ujarnya seperti dilansir laman resmi Kemensos, Kamis (15/1/2026). 

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 500 Sekolah Rakyat tersebar di seluruh Indonesia, hingga tahun 2029. Setiap sekolah akan menampung 1.000 murid dari jenjang SD, SMP, dan SMA. 

Gus Ipul mengatakan seiring dengan pembangunan gedung sekolah permanen, Kemensos bakal menyiapkan seleksi siswa, guru, tenaga kependidikan serta operasional yang dibutuhkan. 

Para murid yang nantinya mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Tegaskan Komitmen Keselamatan Pelayaran Nasional di HUT KPLP ke-53 dan PPLP ke-38
• 13 jam lalupantau.com
thumb
5 Arti Mimpi Merayakan Imlek, Pertanda Keberuntungan hingga Awal Baru di Tahun yang Baru
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Dedi Kusnandar Terharu Kembali ke Persib Bandung Usai Setengah Musim Dipinjamkan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Laporan WSJ: AS Belum Siap untuk Serang Iran
• 19 jam laluokezone.com
thumb
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Malam Ini
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.