JAKARTA – Di tengah kerasnya ancaman Presiden Donald Trump terhadap Teheran, sebuah laporan menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) belum siap untuk menyerang Iran. Menurut laporan Wall Street Journal, Washington perlu lebih banyak mengerahkan sistem pertahanan udara ke Timur Tengah untuk dapat menangkis kemungkinan pembalasan.
Selama beberapa minggu terakhir, Washington telah mengirimkan apa yang digambarkan Trump sebagai "armada besar dan indah" ke Timur Tengah, yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln, untuk menekan Teheran agar menerima kesepakatan nuklir baru.
Meskipun ada peningkatan kekuatan militer, serangan udara Amerika terhadap Iran "belum akan segera terjadi" karena Washington perlu memastikan bahwa Israel, sekutu Arabnya, dan pasukan AS di kawasan tersebut terlindungi dengan baik, demikian dilaporkan WSJ dalam sebuah artikel pada Minggu (1/2/2026), mengutip sumber-sumber pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Pentagon saat ini sedang memindahkan baterai THAAD dan sistem pertahanan udara Patriot tambahan ke pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan Amerika di Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, Qatar, dan tempat lain, kata para pejabat pertahanan kepada media tersebut.

