JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan atribut bendera partai politik yang menjamur di sepanjang Jalan Layang (Flyover) Ladokgi, area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, menuai keluhan warga.
Sodik (45), seorang warga sekitar mengeluhkan keberadaan tiang bambu penyangga bendera tersebut karena kerap digunakan sebagai senjata saat terjadi kericuhan atau demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
"Itu kalau lagi ada demo di depan DPR, itu bambunya dicabutin. Jadi senjata itu," kata Sodik saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Banjir Masih Rendam 21 Desa di Kabupaten Bekasi, 23.687 Keluarga Terdampak
Ia menilai, lokasi flyover yang strategis dan dekat dengan titik kumpul massa membuat bambu-bambu bendera itu rawan disalahgunakan.
Menurut pengamatan dia, massa aksi sering kali tidak membawa alat dari rumah agar terhindar dari razia polisi.
"Mereka kan kalau berangkat demo sengaja pasti enggak bawa senjata biar aman. Sampai sini baru (ambil bambu)," ucap Sodik.
Kemudian, mereka sengaja memanfaatkan barang yang tersedia di jalanan, termasuk bambu bendera partai yang terpasang di pagar pembatas jalan layang.
"Ngeri jadinya. Sudah lama ini (terpasang), enggak dicopot-copot. Padahal katanya enggak boleh di flyover, tapi tetap penuh begini," keluhnya.
Warga lainnya, Wahyu (36), yang kerap melintas di atas flyover, mengaku harus ekstra waspada dan menjaga jarak dari tepi jembatan agar tidak terkena bambu bendera.
"Dia sering longgar, jadinya kalau dia miring, kita jalan di kiri bisa aja kena," kata Wahyu.
Ia juga mempertanyakan urgensi pemasangan atribut partai tersebut, mengingat saat ini masa pemilu sudah usai.
Menurut Wahyu, pembiaran ini sangat aneh mengingat lokasinya berada di jalan protokol utama Ibu Kota.
"Kayaknya pemilu juga sudah lewat tapi masih saja itu, banyak. Enggak tahu apa yang dicari," ucap dia.
Baca juga: Bau RDF Rorotan dan Janji yang Belum Tuntas untuk Warga Jakarta
Wahyu pun berharap aparat penegak hukum dapat segera bertindak tegas terhadap atribut partai tersebut.
"Harus lah (ditertibkan), ganggu pemandangan. Enggak tahu itu kan banyak ya, gimana masangnya masa enggak kelihatan (sama aparat). Di depan GBK lagi," ucap dia.