Siapa Saja yang Boleh Tidak Berpuasa di Bulan Ramadan? Simak Penjelasan Lengkapnya

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Ibadah puasa Ramadan merupakan rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang sudah baligh, berakal, dan mampu secara fisik. Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 sebagai sarana meningkatkan ketakwaan.
 
Namun, Islam adalah agama yang memberikan kemudahan. Dalam kondisi tertentu, terdapat keringanan (rukhsah) bagi beberapa kelompok yang tidak mampu menjalankan puasa. 
 
Berikut adalah golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan: Perempuan yang Sedang Haid atau Nifas Perempuan yang sedang dalam masa haid atau nifas dilarang berpuasa. Meski tidak diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadan, mereka memiliki kewajiban untuk menggantinya (qadha) di hari lain di luar bulan Ramadan sebanyak hari yang ditinggalkan. Orang yang Sedang Sakit Seseorang yang sedang sakit dan merasa payah jika harus menjalankan puasa diberikan keringanan untuk berbuka. Ketentuannya, mereka wajib mengganti puasa tersebut setelah Ramadan ketika kondisinya sudah kembali sehat. Musafir (Orang dalam Perjalanan) Orang yang sedang melakukan perjalanan jauh (musafir) dengan jarak tertentu diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Sama seperti orang sakit, musafir wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadan.
 

Baca Juga :

Jadwal Puasa Sunnah Bulan Februari 2026: Syaban-Ayyamul Bidh
Orang Tua Lanjut Usia dan Orang Sakit Menahun Bagi golongan yang secara fisik sudah tidak mampu lagi berpuasa karena faktor usia (lansia) atau menderita sakit menahun yang kecil kemungkinan sembuhnya, Islam memberikan keringanan khusus. Mereka tidak wajib mengganti dengan puasa, melainkan wajib membayar fidyah. Berdasarkan tuntunan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, fidyah dibayarkan dengan memberi makanan pokok sebanyak 1 mud (sekitar 0,6 kg) atau lebih kepada orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan. Ibu Hamil dan Menyusui Perempuan yang sedang hamil atau menyusui diperbolehkan meninggalkan puasa jika mereka merasa berat secara fisik atau khawatir terhadap kondisi kesehatan bayi yang dikandung atau disusui. Sebagai pengganti, mereka diwajibkan untuk membayar fidyah untuk setiap hari yang tidak berpuasa.

Keringanan ini menunjukkan bahwa ajaran Islam sangat mempertimbangkan kondisi fisik dan kemampuan setiap individu. Meskipun ada kelonggaran, bagi mereka yang mendapatkan keringanan tetap dianjurkan untuk menunaikan kewajiban penggantinya, baik melalui qadha atau puasa pengganti maupun membayar fidyah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kapan Ramadan 2026
Mengacu pada Kalender Hijriah 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Apabila 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026, maka bila dihitung dari Selasa, 3 Februari 2026, Puasa Ramadhan 2026 tinggal 16 hari lagi.
 
Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan awal mula puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah bagi warga persyarikatan pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M. Penetapan berdasarkan Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang dirilis berdasarkan hasil hisab hakiki dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
 

(Fany Wirda Putri)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sederet Layanan yang Akan Dipersulit Jika Punya Utang Pajak Rp 100 Juta
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kim Kardashian dan Lewis Hamilton Dirumorkan Pacaran, Ketahuan Makan Malam Romantis
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Passing Grade CPNS 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Nilai Ambang Batas SKD
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Nyamannya Nostalgia: Mengapa Kita Betah Menonton Ulang?
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Meri Hoegeng Sempat 2 Kali Dirawat di RS Sebelum Meninggal
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.