JAKARTA, KOMPAS.com – Karyawan Astro Hub Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang menjadi korban penganiayaan diimbau membuat laporan medis (visum et repertum) terkait luka yang dialami.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKBP Murodih, mengatakan laporan dari dokter diperlukan untuk penyelidikan.
“Dan dari pihak kami tetap untuk memberikan satu pemahaman bahwa mereka harus membuat visum. Sehingga nanti pada saat dia melaporkan, kami sudah ada syarat-syarat yang dipenuhi,” kata Murodih saat ditemui wartawan, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Mediasi Kasus Penyerangan Gudang Astro Pasar Minggu Belum Dilakukan
Pihak korban sedang mempertimbangkan penyelesaian damai atas permintaan terduga pelaku, yang bersedia mengganti kerugian fisik dan materiil.
“Memang kalau nantinya tidak ada kesepakatan dari kedua pihak mereka akan melanjutkan untuk membuat laporan,” ujar Murodih.
Polisi juga masih memeriksa video pernyataan damai dan menghitung ulang total kerugian serta mendata karyawan yang terluka.
Rekaman CCTV menunjukkan mobil menabrak sepeda motor yang terparkir, dan beberapa pria masuk ke gudang Astro, menendang karyawan, membanting keranjang, serta mencari seseorang di lorong-lorong.
Baca juga: Kasus Penyerangan Gudang dan Pemukulan Karyawan Astro Berakhir Damai
Polsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi.
“Semalam kami sudah cek ke lokasi, melakukan interogasi awal, kami imbau supaya bikin laporan. Tapi sampai hari ini kami tunggu belum datang dia (korban),” kata Anggiat.
Polisi juga masih menunggu klarifikasi dari pihak yang diduga menyerang sehingga kronologi lengkap belum bisa diberikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang