Guru Besar UI Khawatir Kasus Pertamina Buat Anak Muda Takut Berbisnis dengan Negara

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Guru Besar Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Rhenald Kasali mengaku khawatir perkara dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang di PT Pertamina membuat pengusaha muda takut untuk bekerja sama dengan perusahaan negara atau BUMN. 

Hal itu disampaikan Rhenald Kasali di sela persidangan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa 3 Februari. Rhenald dihadirkan sebagai ahli dalam persidangan hari ini. 

Baca Juga :
KPK Minta WNA yang Jadi Direksi BUMN Segera Lapor LHKPN
BNI Catat Laba Bersih Konsilidasi Rp 20 Triliun pada 2025, Kredit Tumbuh 15,9 Persen

"Rumit ya. Rumit. Saya khawatir anak-anak muda enggak berani bekerja sama dengan perusahaan negara, enggak berani menjadi pemimpin di BUMN, enggak berani berbisnis dengan perusahaan negara," kata Rhenald.

Perkara ini diketahui menjerat sembilan terdakwa. Salah satunya, beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza yang masih berusia sekitar 40 tahun. Kerry dan terdakwa lainnya didakwa menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 285,1 triliun dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina.

Dalam surat dakwaan, jaksa memerinci sejumlah perbuatan yang dinilai merugikan negara. Salah satunya terkait kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak. Jaksa menyebut nilai kerugian dari kerja sama penyewaan terminal BBM ini sekitar Rp 2,9 triliun. 

Rhenald mengaku khawatir perkara ini akan membuat anak muda takut berbisnis dengan perusahaan negara karena perkara tersebut sebenarnya persoalan business judgment rule. Bahkan, Rhenald Kasali menyebut teori ekonomi dan bisnis harus ditulis ulang jika Kerry dan terdakwa lainnya dinyatakan bersalah.

"Jadi kalau itu dianggapnya kesalahan, ya Indonesia harus menulis ulang teori ekonomi dan bisnis," katanya. 

Rhenald berharap penjelasan yang disampaikannya di persidangan dapat membuat terang perkara tersebut. Konsultan bisnis ternama itu meminta aparat penegak hukum untuk mencari kejahatan yang sebenarnya. 

"Temukan kejahatan yang sebenarnya, tetapi kalau bisnis jangan dianggap itu sebagai kejahatan," katanya.

Dalam kesempatan ini, Rhenald Kasali juga menyoroti mengenai kerugian keuangan negara dalam penyewaan terminal BBM milik Kerry oleh Pertamina. Menurutnya, terminal BBM sangat diperlukan untuk ketahanan energi nasional. Apalagi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berbangga atas pengapalan 1 juta barel minyak mentah hasil produksi Pertamina di Aljazair ke Indonesia. 

Baca Juga :
Eks Ketua MK Hamdan Zoelva Nilai Kasus Pertamina Murni Keputusan Bisnis, Bukan Korupsi
Eks Ketua MK Soroti Kasus Pertamina: Rule of Law Tergerus Populisme Hukum
Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jabar hingga Jakarta

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensos Soroti Kasus Siswa SD Gantung Diri karena Tak Mampu Beli Pulpen dan Buku
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Percepat Transformasi Hijau, Ini Strategi PLN Indonesia Power di 2026
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Purbaya Klaim Pemerintah sudah Adil dalam Pencabutan Izin Operasi Martabe
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Trump dan Petro Bertemu Usai Setahun Saling Serang
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Peneliti Bongkar Dunia di Bawah Es Kutub Selatan, Isinya Mengejutkan
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.