Azis Gerindra Sebut Pendidikan di Era Prabowo Jadi Poros Utama Pembangunan Nasional

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Azis Subekti menyebut Presiden Prabowo Subianto dalam setahun ke belakang ini mulai menempatkan pendidikan sebagai poros utama pembangunan nasional.

Menurut dia, langkah pemerintah itu berangkat dari kesadaran bahwa mutu bangsa ditentukan oleh kualitas manusia sejak usia dini.

BACA JUGA: Prabowo Tegur Bali soal Sampah, Ribuan TNI-Polri Langsung Bergerak

"Negara mulai menempatkan pendidikan sebagai poros pembangunan, bukan sekadar sektor pelengkap," kata Azis melalui keterangan persnya, Selasa (3/2).

Dia menyebut program makan bergizi bagi anak sekolah, santri di pesantren, ibu hamil, dan balita menjadi bukti awal pemerintah Prabowo mulai mengurusi kualitas manusis sejak dini.

BACA JUGA: Prabowo Undang Ormas Islam ke Istana, Begini Isunya

Program makan bergizi itu, kata Azis, diperkuat dengan perluasan akses pendidikan melalui peningkatan beasiswa hingga perbaikan sekolah rusak.

Termasuk, kata dia, pemerintah era Prabowo membangun infrastruktur wilayah terpencil agar layanan pendidikan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA: Prabowo Bertemu Pimpinan Ormas Islam dan Tokoh Pesantren di Istana, Bahas Apa?

"Rangkaian kebijakan ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia sedang dijalankan sebagai kerja nyata, bukan sekadar narasi," lanjut legislator Dapil VI Jawa Tengah (Jateng) itu.

Azis menilai pendekatan pemerintah saat ini menunjukkan perubahan paradigma bahwa pembangunan dimulai dari hulu, yakni kesehatan, kualitas belajar, dan lingkungan pendidikan yang layak.

“Negara mulai bekerja dari hulu, dari tubuh yang sehat, pikiran yang terasah, dan lingkungan belajar yang layak," ujar dia.

Azis melanjutkan bahwa strategi tersebut sejalan dengan pelajaran sejarah bangsa maju yang menempatkan pendidikan sebagai inti kebangkitan nasional. 

Namun, kata alumnus Universitas Muhammadiyah Jakarta itu, eberhasilan kebijakan tidak bisa hanya bergantung pada negara.

"Pemerintah dapat membuka jalan, tetapi akal budi hanya akan berkembang bila kita semua ikut menumbuhkannya," ujarnya.

Azis mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai gerakan kolektif untuk memperkuat kualitas manusia Indonesia.

“Dari rumah, sekolah, pesantren, kampus, hingga ruang publik, inilah momentum untuk bangkit bersama, membangun akal budi, menajamkan kecerdasan, dan memastikan masa depan Indonesia ditopang oleh manusia yang berpikir jernih, berkarakter kuat, dan bertanggung jawab pada bangsanya," kata dia. (ast/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eksperimen MACE, Misi Ambisius Ilmuwan Tiongkok Memburu Rahasia Antimateri
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Transformasi Garuda Indonesia Dinilai Mampu Perkuat Fundamental Bisnis
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Kumpulkan Ormas Islam, Salah Satunya untuk Bahas Dewan Perdamaian
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Adik Keisya Levronka Tak Kunjung Sembuh, Komisi X DPR Desak Untar Audit Keselamatan Kampus
• 15 jam laludisway.id
thumb
Trump Klaim Putin Setuju Hentikan Serangan ke Ukraina Selama Seminggu
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.