JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta Universitas Tarumanagara (Untar) melakukan audit menyeluruh terhadap standar keselamatan kegiatan kemahasiswaan menyusul kasus mahasiswa jatuh dari lantai enam gedung kampus saat latihan organisasi.
Insiden yang menimpa adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, itu dinilai menjadi alarm serius lemahnya prosedur keamanan di lingkungan pendidikan tinggi.
Kabar mengejutkan tersebut datang dari keluarga penyanyi Idol tersebut. Lexi diketahui mengalami kecelakaan tragis pada April 2023 ketika mengikuti latihan caving (susur gua) yang digelar organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam (Mapala) di area kampus Untar, Jakarta Barat.
Kasus ini kembali viral setelah keluarga mengungkap dugaan kelalaian prosedur keselamatan serta lambannya penanganan darurat, dalam unggahan di feed Instagram pribadinya @levihavron pada Jumat, 30 Januari 2026.
BACA JUGA:Ivo Ananda Ikut Event Sepeda Kategori 1.500 Km, Duet Bareng Pembalap Nasioal di EJJ 2026
Ibunda korban, Levi Leonita Davies, menyampaikan kekecewaan karena hampir dua tahun berlalu tanpa kejelasan penyelesaian. Ia menilai pihak kampus maupun penyelenggara kegiatan terkesan lepas tangan dan sulit diajak berkomunikasi.
Menurut penuturan keluarga, pengait pengaman yang digunakan saat latihan diduga terlepas sehingga Lexi terjatuh dari ketinggian. Proses evakuasi pun disorot karena dinilai tidak sesuai standar medis.
Korban disebut tidak dibawa ambulans, melainkan menggunakan taksi online, keputusan yang dianggap berisiko memperburuk kondisi.
Hetifah menegaskan, kampus wajib menjamin keselamatan mahasiswa, terutama dalam aktivitas berisiko tinggi. Ia mendorong evaluasi total mencakup kelengkapan alat keselamatan, kehadiran instruktur kompeten, hingga protokol tanggap darurat yang jelas.
BACA JUGA:Prabowo Direncanakan Bertemu Presiden Trump, Bahas Tarif Dagang AS–Indonesia
Sementara itu, Kepala Kantor Humas dan Multimedia Untar, Rorlen, menyatakan pihak kampus masih berdialog dengan keluarga dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut.
Kasus ini memicu sorotan publik terhadap tanggung jawab perguruan tinggi dalam melindungi mahasiswa selama kegiatan akademik maupun organisasi.





