Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tak berpengaruh besar terhadap angka produksi beras nasional.
Hal tersebut disampaikan Amran usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta pada hari ini, Selasa (3/2/2026).
“Itu insyaallah tidak berpengaruh. Tidak berpengaruh karena stok kita sekarang ini 3,3 juta ton per Januari. Tidak pernah terjadi selama merdeka,” kata Amran.
Dia lantas mengatakan bahwa produksi beras pada bulan pertama tahun ini meningkat sekitar 700% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, atau sekitar 112.000 ton berbanding 14.000 ton.
Oleh karenanya, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini optimistis bahwa target produksi beras sebanyak 34,77 ton pada 2026 akan tetap terpenuhi.
Amran kemudian tak menampik bahwa sejumlah area persawahan di berbagai daerah terendam banjir karena peningkatan curah hujan, tetapi dia menyatakan bahwa jumlahnya tak banyak.
Baca Juga
- Kementan Minta Distributor Tak Timbun Telur-Ayam Cs Jelang Ramadan 2026
- Kementan Ancam Cabut Izin RPH & Feedloter yang Mainkan Harga Daging
- Mentan Klaim Pasokan Telur Cukup untuk Kebutuhan MBG & Ramadan
“Cuaca [hujan] itu berkah. Kenapa? Karena tanam. Yang susah kalau el nino, air susah. Bahwa ada yang teredam, iya, tetapi, persentasenya kecil,” tutur Amran.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewaspadai dampak cuaca ekstrem pada periode Februari–Maret 2026 terhadap kelancaran distribusi dan harga bahan pokok, khususnya menjelang momen Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan menyatakan bahwa faktor cuaca menjadi perhatian dalam rapat koordinasi persiapan hari besar keagamaan nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026 pekan ini, yang berfokus membahas jalur distribusi bahan pokok.
“Kita juga mendapatkan informasi dari BMKG, secara umum faktor cuaca itu normal, tetapi perlu diwaspadai pada Februari dan Maret itu beberapa wilayah tertentu seperti Sulawesi dan Papua itu akan ada kemungkinan hujan,” kata Iqbal usai pelaksanaan rakor di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).





