Jakarta: Fasilitas pengolahan sampah milik Pemerintah Provinsi Jakarta, Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara diprotes warga sekitar. Fasilitas tersebut dianggap menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Pantauan Metrotvnews.COM, aktivitas di RDF Rorotan berlangsung normal pada Senin, 2 Februari 2026. Sejumlah petugas keamanan internal berjaga di area gerbang masuk, dan beberapa kendaraan truk pengangkut sampah juga terlihat silih berganti keluar masuk area RDF Plant Rorotan.
Baca Juga :
DKI Tingkatkan Teknologi Pengendalian Lingkungan di RDF Plant Rorotan“Kami meminta penuntasan masalah polusi bau sampah RDF,” kata Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano JGC Jakarta Timur, Wahyu Maryono di Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2026.
Baca Juga :
Metro Community: Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Pilah Sampah“Kami menuntut adanya solusi konkret dan permanen guna mengembalikan kualitas udara yang bersih di kawasan JGC,” ujar Wahyu.
Diketahui RDF Plant Rorotan mulai beroperasi penuh pada November 2025, memiliki tiga bunker sampah berkapasitas 2.500 ton per hari atau diklaim terbesar di dunia. Fasilitas ini mampu mengolah sekitar 875 ton sampah per 15 jam.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5289607/original/098662900_1753074718-WhatsApp_Image_2025-07-21_at_12.09.59.jpeg)

