Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi 15 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berpotensi untuk dipensiundinikan.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, sebanyak 15 PLTU calon dipensiun dinikan muncul setelah pemerintah membatalkan suntik mati PLTU Cirebon-1.
“Kementerian ESDM sudah mengidentifikasi ada 15 PLTU dengan kontribusi emisi yang cukup tinggi,” kata Yuliot di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Kendati, Yuliot tak merinci di mana saja 15 PLTU yang dimaksud. Dia pun menyampaikan rencana melakukan pensiun dini PLTU sebagai upaya dekarbonisasi sektor energi masih dalam kajian.
Yuliot menyoroti pentingnya mempertimbangkan kemampuan kapasitas pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT). Ini khususnya kemampuannya dalam menggantikan kapasitas yang hilang apabila pemerintah melakukan pensiun dini terhadap PLTU yang beroperasi.
“Jadi, bukan hanya pensiun dini, kita harus melihat kapasitas pengganti terhadap yang dipensiunkan,” katanya.
Yuliot menambahkan bahwa pengendalian pembangunan dan pengurangan PLTU secara bertahap, merupakan bentuk komitmen Kementerian ESDM untuk melakukan percepatan transisi energi. Strategi tersebut, diterapkan untuk dekarbonisasi industri.
“Ini sekaligus untuk mendukung pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru sesuai dengan visi pembangunan nasional,” ucapnya.
Asal tahu saja, pemerintah memutuskan untuk membatalkan rencana pensiun dini PLTU Cirebon-1. Sebagai gantinya, pemerintah kini tengah mencari pembangkit listrik alternatif yang berusia lebih tua dan memiliki dampak lingkungan yang lebih berat untuk dipensiunkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa keputusan ini didasari oleh pertimbangan teknis. Menurutnya, PLTU Cirebon-1 masih memiliki masa operasional yang panjang dan telah mengadopsi teknologi yang ramah lingkungan dibandingkan pembangkit lawas lainnya.
"[PLTU] Cirebon itu salah satunya yang umurnya masih panjang, dan teknologinya juga sudah super critical, relatif itu lebih baik," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Airlangga menyatakan bahwa program pensiun dini tidak dihentikan, melainkan dialihkan targetnya. Saat ini, sambungnya, PT PLN (Persero) tengah menyusun daftar (pipeline) PLTU pengganti yang dinilai lebih layak untuk disuntik mati lebih awal.
"Nanti dicarikan alternatif lain yang usianya lebih tua, dan lebih terhadap lingkungannya memang sudah perlu di-retire [dipensiundinikan]," tambahnya.
Baca Juga
- Pembangunan PLTU Captive Masif di Kawasan Industri, Berisiko Ancam Ekonomi dan Target Emisi
- PLTU Batang (BPI) Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak Banjir
- Truk Tambang Dilarang Melintas, Stok Batu Bara PLTU di Sumatra Kritis




