Jakarta: Indonesia dan Slovakia sepakat memperkuat hubungan bilateral dengan memfokuskan kerja sama pada sejumlah prioritas strategis yang konkret dan dapat diimplementasikan, seiring dibukanya peluang peningkatan hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Slovakia Juraj Blanar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026, yang ditutup dengan joint press statement. Kunjungan Blanar ke Indonesia ini merupakan kunjungan resmi pertamanya sejak menjabat.
Menlu Sugiono menyebut pertemuan tersebut menegaskan kuatnya hubungan bilateral Indonesia–Slovakia sekaligus membuka babak baru kerja sama yang lebih terarah. Kedua pihak, kata dia, sepakat untuk mempersempit ruang lingkup kerja sama ke dalam sejumlah prioritas yang bersifat actionable dan implementable.
“Kami telah menyepakati bahwa kerja sama ke depan perlu difokuskan pada sejumlah prioritas yang dapat segera diwujudkan,” ujar Menlu Sugiono.
Fondasi Kemitraan Strategis RI–Slovakia Sebagai langkah awal, Indonesia dan Slovakia menandatangani perjanjian pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Sugiono menilai kesepakatan ini menjadi fondasi bagi pendalaman kerja sama di berbagai sektor.
Selain itu, kedua negara juga membahas penguatan bilateral consultation forum sebagai mekanisme pemantauan kemajuan kerja sama. Dalam konteks tersebut, Menlu Sugiono menyambut baik usulan peningkatan hubungan Indonesia–Slovakia menjadi kemitraan strategis, yang akan diajukan Kemenlu RI kepada Presiden untuk mendapatkan keputusan lebih lanjut.
"Saya menyambut baik usulan untuk meningkatkan hubungan ini menjadi kemitraan strategis antara Indonesia dan Slovakia, karena dari berbagai pembahasan yang telah dilakukan, terdapat banyak sektor strategis yang dapat kita perkuat dan kembangkan bersama," kata Menlu Sugiono.
Dalam bidang ekonomi dan riset, Menlu Sugiono menyoroti keberhasilan kolaborasi antara Universitas Andalas dan tim riset universitas Slovakia dalam mengembangkan varietas gandum yang cocok untuk iklim tropis. Menurutnya, kerja sama ini memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan Indonesia.
Di sektor pertahanan, Menlu Sugiono menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani pada 2023 saat ini tengah dalam proses ratifikasi di parlemen masing-masing negara. Ia menekankan bahwa kerja sama pertahanan tidak hanya difokuskan pada pengadaan, tetapi juga mencakup transfer teknologi, pelatihan, riset, serta pengembangan dan produksi bersama. Dukungan Kerjasama Ekonomi Strategis Menlu Sugiono juga mengapresiasi dukungan Slovakia terhadap aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) serta perundingan Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA). Dukungan tersebut, menurutnya, membuka peluang lebih luas bagi investasi dan kemitraan bisnis, termasuk melalui kerja sama dengan Danantara.
"Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Slovakia atas dukungannya terhadap aksesi Indonesia ke OECD, serta atas peran penting Slovakia dalam mendukung perundingan Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA)," jelas Menlu Sugiono
"Melalui dukungan tersebut, Indonesia juga mengundang para investor dan pelaku usaha Slovakia untuk bermitra dengan Danantara, serta mengimplementasikan berbagai proyek yang menjadi kepentingan bersama," tambah Menlu Sugiono.
Pada kesempatan yang sama, Indonesia dan Slovakia menyambut penandatanganan nota kesepahaman antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Slovak Investment and Trade Development Agency, yang bertujuan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi. Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai peluang kolaborasi di sektor transisi energi, ketahanan pangan, dan kesehatan.
"Hal ini juga menjadi komitmen kuat dari komunitas bisnis masing-masing negara untuk memperdalam kerja sama ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak turut bertukar pandangan mengenai upaya penguatan kerja sama, khususnya di sektor transisi energi, ketahanan pangan, dan sektor kesehatan," tutur Menlu Sugiono.
Penguatan Hubungan Antar-Masyarakat Di bidang pendidikan dan hubungan antar-masyarakat, Menlu Sugiono mencatat meningkatnya arus wisatawan kedua negara serta peluang penguatan kerja sama pendidikan, termasuk perluasan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Sebagai anggota ASEAN, Indonesia turut menyatakan dukungannya terhadap aspirasi Slovakia untuk bergabung dengan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) ASEAN. Menurut Sugiono, kesamaan nilai dan prinsip antara kedua negara, khususnya dalam menjunjung perdamaian dan stabilitas global, menjadi dasar kuat bagi penguatan hubungan bilateral ke depan.
“Kami memiliki aspirasi yang sama terhadap perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan rakyat. Dalam situasi global yang penuh tantangan, sikap bersama untuk mendukung perdamaian menjadi semakin penting,” pungkas Menlu Sugiono.




