China mendorong adanya perpanjangan pembatasan pengembangan senjata nuklir dari Rusia dan Amerika Serikat (AS). Namun pihaknya enggan mengikuti perjanjian semacam itu.
Dikutip dari Xinhua, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian mengatakan posisi pihaknya terkait wacana perundingan pengendalian senjata nuklir trilateral sudah jelas, pihaknya tak akan ikut perjanjian dari New Start.
Baca Juga: Presiden Maduro Diculik, China Nyatakan Dukungan kepada Venezuela
Lin menegaskan bahwa kemampuan nuklir pihaknya kalah jauh dan tidak bisa dibandingkan dengan Amerika Serikat atau Rusia.
Ia menambahkan bahwa pada tahap saat ini, permintaan agar pihaknya ikut serta dalam negosiasi perlucutan senjata nuklir dinilai tidak adil dan tidak masuk akal.
Meski demikian, pihaknya mendorong adanya perpanjangan mengenai perjanjian dari New Strategic Arms Reduction Treaty (New Start). Hal itu agar kedua negara benar-benar menjaga stabilitas strategis global.
Perjanjian New Start sendiri yang ditandatangani Rusia dan Amerika Serikat di 2010. Ia dijadwalkan berakhir pada 5 Februari 2026.
Baca Juga: AS Dituntut Stop Interogasi Pegawai China
Rusia menyatakan pihaknya siap untuk menghadapi dunia tanpa batasan pengembangan senjata nuklir. AS di sisi lain turut memberikan sinyal serupa meski belum ada pernyataan resmi dari Washington.





