DKI Jakarta Lanjutkan Modifikasi Cuaca untuk Hadapi Cuaca Ekstrem

mediaindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hal itu sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan bahwa pelaksanaan OMC merupakan upaya antisipatif yang terus dilakukan untuk menekan risiko dampak cuaca ekstrem, terutama hujan berintensitas tinggi yang berpotensi menyebabkan genangan dan banjir di Jakarta.

"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem," katanya di Jakarta, Selasa (3/2).

Baca juga : Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca

Pada hari tersebut, OMC dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan dengan menggunakan pesawat CASA 212-200 milik TNI Angkatan Udara (AU). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BPBD DKI Jakarta, BMKG, TNI AU, serta kementerian dan lembaga terkait.

Sorti pertama dilakukan pada pagi hari dengan lokasi penyemaian awan di wilayah Kabupaten Bogor. Target awan meliputi Stratocumulus (Sc), Stratus (St), dan Cumulus humilis pada ketinggian 7.000–8.000 kaki.

"Pada sorti ini digunakan bahan semai Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram," ujarnya.

Baca juga : Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pramono Instruksikan Modifikasi Cuaca 5 Hari

Selanjutnya, sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan fokus wilayah Selat Sunda. Penyemaian awan dilakukan pada ketinggian 9.100-9.400 kaki menggunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram. Langkah ini bertujuan mengalihkan potensi hujan ke area perairan yang dinilai lebih aman.

Sementara itu, sorti ketiga digelar pada sore hari di wilayah Lebak, Provinsi Banten. Target awan pada sorti ini adalah Stratocumulus dan Cumulus humilis dengan puncak awan di bawah 7.000 kaki. Pada penerbangan ini kembali digunakan Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.

"Penyemaian awan dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif sehingga potensi hujan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman dan tidak membebani DKI Jakarta," kata dia.

BPBD Provinsi DKI Jakarta menegaskan akan terus melakukan evaluasi harian serta memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan seluruh rangkaian Operasi Modifikasi Cuaca berjalan aman, efektif, dan sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca terbaru. (Ant/E-4)

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pihak Ressa Rossano Berharap Bertemu Denada usai Diakui Anak, Kuasa Hukum: Goncangan Batiniah Akan Luar Biasa
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Rupiah Melemah meski PMI Manufaktur Januari 2026 Naik Imbas Tingginya Permintaan Pasar
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah, Hector Souto Soroti Penampilan Merah-Putih
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Materi Komedi Mens Rea Pandji, Haris Azhar: Semua Orang Ketawa, Bukan Ajakan Kekerasan!
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
BPKN akan Sambangi Operator Seluler, Cek Pelaksanaan Regitrasi Biometrik hingga Kesiapan Jaringan Lebaran
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.