Jakarta, VIVA – Rumor kedatangan striker naturalisasi Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, ke Persija Jakarta akhirnya mendapat jawaban langsung dari pelatih Mauricio Souza. Setelah beberapa hari jadi perbincangan suporter, pelatih asal Brasil itu mengakui memang sudah ada komunikasi antara manajemen Macan Kemayoran dengan penyerang FC Volendam tersebut.
Namun, Souza menegaskan prosesnya masih sangat awal dan belum ada kesepakatan apa pun. Pernyataan itu ia sampaikan usai sesi latihan tim di Persija Training Ground, Depok, Senin 2 Februari 2026.
"Sedang berbicara. Saya pikir belum deal, tapi sudah ada bicara antara mereka manajemen dengan Mauro," ujar Mauricio Souza dikutip tvOnenews.com
Jawaban singkat tapi jujur itu sekaligus mematahkan spekulasi yang menyebut Zijlstra sudah pasti merapat ke ibu kota. Faktanya, Persija masih sebatas penjajakan.
- Mauro Zijlstra / instagram
Padahal saat ini lini depan Persija sebenarnya sudah cukup padat. Mauricio masih memiliki Gustavo Almeida, Eksel Runtukahu, Allano de Souza, hingga Alaaeddin Ajarai sebagai opsi di sektor serang.
Meski begitu, ia menilai bursa transfer selalu membuka peluang yang tak boleh disia siakan. Baginya, mendatangkan pemain baru bukan berarti meragukan kualitas skuad yang ada, melainkan soal meningkatkan daya saing tim.
Souza bahkan memberi analogi yang cukup menarik.
"Kalau saya punya kesempatan dari jendela transfer, mungkin bisa kesempatan untuk bawa Lionel Messi ke sini, ya kenapa saya tidak bawa karena saya punya Allano? Bukan karena saya tidak puas dengan pemain yang saya punya," kata Souza.
Isu pemain naturalisasi sendiri memang tengah hangat di Liga Indonesia. Sejumlah klub mulai memanfaatkan status tersebut untuk menambah kedalaman skuad, termasuk Persija yang sudah memiliki Jordi Amat dan Shayne Pattynama.
Kehadiran pemain naturalisasi sempat memicu pro dan kontra di kalangan suporter. Ada yang menilai slot pemain asing akan berkurang, ada pula yang mempertanyakan kesempatan pemain lokal. Souza pun menanggapi kritik tersebut dengan santai. Menurutnya, banyak komentar muncul karena kurang memahami regulasi kompetisi.
"Saya lihat di internet banyak orang komentar. Tapi kita harus mengerti peraturan liga. Naturalisasi tidak ambil tempat pemain asing. Mereka juga belum tentu jadi pemain inti. Yang main adalah pemain yang respon baik di latihan dan pertandingan," tegasnya.




