Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim punya kinerja yang lebih baik dari pendahulunya. Dia meyakini bisa meraih kepercayaan investor yang dianggap khawatir akan iklim investasi di Indonesia dan disiplin fiskal pemerintah.
Pada dialog Indonesia Economic Summit (IES), Menkeu yang dilantik September 2025 itu menjawab berbagai isu yang menjadi keprihatinan investor global terhadap perekonomian Indonesia. Hal itu terlihat dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga belum lama ini tekanan ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu ultimatum Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Purbaya meyakini para investor akan menanamkan modalnya di tempat yang bisa menawarkan return terbaik. Dia optimistis hal tersebut para investasi akan mengalir ke Indonesia lebih banyak ketika ekonomi bisa tumbuh sebesar 6% hingga 7% ke depannya.
Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengeklaim tidak akan meminta-minta investasi kepada pihak asing, melainkan akan menarik mereka dengan sendirinya. Upaya yang fokus dilakukan adalah dengan memperbaiki kondisi ekonomi domestik.
"Saat saya punya kondisi ekonomi domestik yang baik, misalkan pertumbuhan [ekonomi] 6% hingga 7%, itu akan mudah untuk menarik mereka masuk ke Indonesia. Pada waktu yang sama, saya punya uang yang cukup untuk mendorong pertumbuhan ke arah 6%, 6,5% atau 7%," ujarnya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurut Purbaya, mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% tidak terlalu sulit. Dia menyebut telah mempelajari kelemahan dan kelebihan kebijakan ekonomi dua pemerintahan sebelumnya.
Baca Juga
- Buka Suara soal Pencabutan Izin Tambang Martabe, Purbaya: Langkah Jaga Iklim Investasi
- Purbaya 'Pede' Rating Saham RI Tak Kena Downgrade MSCI
- Pemerintah Pede MBG Bisa Dorong Ekonomi ke 8%, Airlangga Jelaskan Logikanya
Dia menjelaskan bahwa ekonomi pada era kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengandalkan sektor swasta. Kemudian, penerusnya yakni Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) lebih bersandar ke pemerintah.
Untuk itu, Purbaya menyebut akan memanfaatkan dua mesin ekonomi tersebut secara bersamaan untuk mencapai target pertumbuhan yang dicanangkan. Dia optimistis bisa lebih baik dari Menkeu sebelumnya.
"Karena menteri [keuangan] sekarang lebih baik dari sebelumnya. Kedua, selama 20 puluh tahun belakangan, mesin ekonomi kami pincang," ujarnya.




