JAKARTA, KOMPAS.com - Warga mengeluhkan aktivitas galian di Jalan Raya Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur.
Dampak galian tersebut tidak hanya merusak kondisi jalan, tetapi juga menyebabkan saluran air tersumbat dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Frino, warga setempat, mengatakan tanah hasil galian yang ditumpuk di pinggir jalan menutup saluran air.
Baca juga: Jalan Raya Pondok Gede Dipenuhi Galian, Tak Ada Rambu dan Penutup Proyek
Akibatnya, aliran air menjadi tersendat dan memicu genangan.
"Asal saja (ngecor/aspal) buktinya kita ngecor (depan gang) sendiri. Ini bekas galian juga efeknya, (saluran) itu mampet gotnya, Orang itu mana tahu, bodo amat, yang penting galian kelar," jelas Frino saat ditemui, Rabu (4/2/2026).
Oleh sebab itu, Frino mengaku bahwa ia dan sejumlah warga melakukan kerja bakti agar saluran air tidak tersumbat.
Ia juga menyoroti kualitas perbaikan jalan yang dinilai asal-asalan.
Bahkan, warga terpaksa melakukan pengecoran sendiri di depan gang rumah mereka akibat kondisi jalan yang tak kunjung dibenahi dengan baik.
"Begini, kalau kena hujan, luber ke bawah. Jalan kan agak nurun jadi licin, ini tanah merah. Untung ini panas, kalau hujan, waduh bahaya," kata Frino.
"Maksud saya tuh, kalau orang-orang lagi galian gini, tolong tanggung jawabnya ada, Seumpama saluran mampet, tolong dikeruk lagi saluran itu. Jangan ditinggal pergi saja langsung," imbuh dia.
Baca juga: DLH Bekasi: Cacahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 di TPS Liar Uang Asli
Keluhan serupa juga disampaikan Budi, warga lain yang tokonya tepat berada di depan lokasi galian.
Ia mengaku aktivitas tersebut mengganggu akses keluar-masuk tokonya, terutama bagi kendaraan.
"Terganggu banget, banget sih enggak, karena kan hanya sementara. enggak bisa keluar masuk mobil kan kadang-kadang terganggu gitu, Pak. Tapi dia minta izin, paling katanya dua hari," kata Budi.
Meski begitu, Budi menyebut ini merupakan galian kedua dalam satu bulan terakhir. Namun, ia menyoroti frekuensi galian yang berulang di lokasi yang sama.