Siswa SD Gantung Diri di Ngada NTT Dipicu Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Penyebab siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), gantung diri terungkap. Pemicunya korban diduga kecewa karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan pada malam sebelum kejadian, korban berinisial YBR minta uang kepada ibunya untuk beli buku tulis dan pulpen. Namun, permintaan itu tak bisa dipenuhi ibunya karena kondisi ekonominya yang sulit.

Baca juga: Anak SD Gantung Diri di NTT Tulis Surat untuk Mama, Ada Gambar Diri Menangis

Dion menjelaskan YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya. Rumah nenek dan ibunya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, YBR menginap di rumah ibunya untuk meminta uang tersebut.

"Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal," ungkap Dion Roa dilansir detikBali, Selasa (3/2/2026).

Kondisi ekonomi ibu korban disebut memang sulit. Ia harus menanggung kebutuhan lima orang anak. Sementara ayah korban sudah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu.

"Hidupnya (ibu korban) susah," ujar Dion.

Baca juga: Mensos Akan Perkuat Data keluarga Tak Mampu untuk Lindungi Pihak Membutuhkan

Diketahui, YBR ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkih di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1). Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi YBR.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan surat itu ditulis korban.

"Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis," kata Benediktus melalui sambungan telepon, Selasa (3/2).

Baca selengkapnya di sini.




(fca/fca)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Adik Keisya Levronka Jatuh dari Lantai 6 Kampus, Ibu Sebut Tulang Ekor Remuk
• 15 jam lalugenpi.co
thumb
Dipanggil Komnas PA soal Aduan Inara, Virgoun Minta Ditunda Pekan Depan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Pengemudi Ojek di Nabire Papua Tengah Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6% di Tahun Ini
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Bagikan 200 Becak Listrik ke Lansia di Lamongan
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.