Musisi Virgoun diagendakan untuk menghadiri undangan klarifikasi oleh pihak Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Selasa (3/2).
Pemanggilan Virgoun ini berkaitan dengan dugaan pengambilan paksa anak-anaknya oleh Virgoun dari Inara Rusli.
Hanya saja, setelah diundang secara patut, menurut Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Agustinus Sirait, Virgoun menyatakan belum bisa memenuhi undangan.
"Berdasarkan informasi yang sebelumnya kami terima, kan Bapak V berencana untuk memenuhi surat panggilan kita. Tentang hari ini, kami meminta untuk klarifikasi atas pelaporan yang dilakukan oleh Ibu IR yang sebelumnya. Tadinya kita menyambut baik ya, ditanggapi dengan cepat oleh Bapak V," kata Agustinus di kantor Komnas PA, Jakarta Timur, Selasa (3/2).
"(Tapi) Bapak V membatalkan pertemuan hari ini dan ditunda untuk sementara," sambungnya.
Ketua Komnas PA Ungkap Virgoun Akan Hadir Pekan DepanJika tak ada aral melintang, menurut Agustinus, Virgoun akan hadir pekan depan untuk memenuhi undangan klarifikasi.
"Belum disebutkan alasannya, tapi untuk kesiapannya beliau kemungkinan ditunda sampai ke minggu depan," tutur Agustinus.
Agustinus menghormati keputusan Virgoun. Hanya saja, ia berharap Virgoun bisa segera hadir. Sehingga meminimalisasi terganggunya mental anak akibat kejadian ini.
"Tentu kita Komnas Anak juga menghormati ya kalau memang untuk sementara waktu belum bisa hadir memenuhi agenda kita hari ini untuk klarifikasi," kata Agustinus.
"Tapi tentunya kami berharap Komnas Anak, kalau ada perubahan untuk bisa lebih cepat, kami pastinya akan mengapresiasi ya. Karena kan jangan sampai ini berlarut-larut ya, tentu nanti anak yang bisa mendapat efeknya nanti untuk mentalnya anak," pungkasnya.
Inara mengadu ke pihak Komnas PA beberapa waktu lalu. Inara mengadu usai Virgoun memilih untuk mengambil paksa anak-anaknya. Kejadian itu diakui Inara sudah dilakukan Virgoun sejak November 2025 lalu.



