Tripoli: Putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Saif al-Islam Gaddafi, dilaporkan tewas, menurut sumber yang dekat dengan keluarga, pengacaranya Khaled el-Zaydi, serta media Libya, pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 4 Februari 2026, Gaddafi diyakini telah ditembak mati di kota Zintan, Libya bagian barat, tempat ia tinggal selama satu dekade terakhir.
Meski Saif al-Islam dikenal luas di negara Afrika Utara tersebut, terutama karena perannya dalam membentuk kebijakan sebelum 2011, profil publiknya meredup dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2015, pengadilan Libya menjatuhkan vonis hukuman mati secara in absentia terhadap Saif al-Islam atas tuduhan menekan aksi protes damai selama revolusi 2011 yang mengakhiri kekuasaan ayahnya.
Ia juga didakwa secara sementara oleh International Criminal Court atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan, sebuah perkara yang gagal dibatalkan oleh tim kuasa hukumnya.
Pada 2021, Saif al-Islam mendaftarkan diri sebagai calon presiden untuk pemilu Desember, namun proses pemungutan suara tersebut gagal terlaksana akibat kebuntuan politik.
Baca juga: 20 Oktober 2011, Pemimpin Karismatik Libya Muammar Khadafi Tewas di Tangan Milisi


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471181/original/002594400_1768279992-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_19.jpg)
