Harga emas dan perak bangkit tajam pada Selasa (3/2/2026) setelah tertekan hebat selama dua sesi sebelumnya.
IDXChannel - Harga emas dan perak bangkit tajam pada Selasa (3/2/2026) setelah tertekan hebat selama dua sesi sebelumnya.
Rebound ini menempatkan logam mulia di jalur kenaikan harian terbesar sejak November 2008, seiring aksi beli murah (bargain hunting) di tengah fundamental yang dinilai masih solid.
Harga emas spot naik 6,13 persen menjadi USD4.946,80 per troy ons. Posisi ini pulih dari level terendah Senin di USD4.403,24, meski masih berada di bawah rekor tertinggi pekan lalu di USD5.594,82.
Harga perak juga menguat 7,59 persen menjadi USD85,32 per troy ons. Sebelumnya, perak sempat anjlok hingga 27 persen dalam sehari pada Jumat dan kembali turun 6 persen pada Senin.
“Saya memandang penurunan harga baru-baru ini sebagai koreksi dalam tren naik jangka panjang,” kata Wakil Presiden sekaligus Analis Senior Logam di Zaner Metals, Peter Grant, dikutip Reuters.
Ia menambahkan, banyak faktor fundamental yang mendorong kenaikan emas dalam beberapa tahun terakhir masih tetap kuat.
“Pada tahap ini, kita kemungkinan melihat periode konsolidasi, dengan USD4.400 sebagai level support penting di sisi bawah dan resistance di kisaran USD5.100,” ujar Grant.
Dalam dua sesi terakhir, harga logam mulia memang tertekan tajam setelah Kevin Warsh ditunjuk sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya, menggantikan Jerome Powell yang akan lengser pada Mei.
Investor memperkirakan Warsh mendukung pemangkasan suku bunga, namun sekaligus memperketat neraca bank sentral AS. Selain itu, kenaikan persyaratan margin kontrak berjangka logam mulia oleh CME Group turut membebani harga.
Meski volatilitas meningkat, para analis secara umum menilai tren bullish masih berlanjut, dengan emas diperkirakan mencetak rekor baru dalam tahun ini.
“Kami memperkirakan harga kembali melanjutkan kenaikan jangka panjang dengan laju yang lebih berkelanjutan, seiring kekhawatiran investor yang masih tinggi terhadap kondisi ekonomi dan politik,” kata Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian.
Emas selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai dan biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Di sisi lain, Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Senin menyatakan laporan ketenagakerjaan Januari yang banyak dinantikan tidak akan dirilis pada Jumat ini akibat penutupan sebagian pemerintahan federal.
Untuk logam lainnya, harga platinum spot naik 3,4 persen ke USD2.194,05 per ons, sementara palladium menguat tipis 0,4 persen menjadi USD1.727,03 per ons. (Aldo Fernando)




