Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya adalah Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat, yang mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Adapun curah hujan tertinggi yang tercatat menunjukkan angka yang mencolok, dengan Jawa Barat mencapai 255,7 mm/hari. Wilayah lain seperti Nusa Tenggara Timur dan Lampung juga menunjukkan angka signifikan, yaitu masing-masing 97,6 mm/hari dan 87 mm/hari. Kondisi ini menunjukkan potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak luas.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya curah hujan ekstrem adalah aktivitas Monsun Asia, angin dingin dari utara, serta peningkatan konvektivitas akibat fase La Niña yang lemah. Kombinasi faktor-faktor ini berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu-waktu mendatang.
Fenomena Atmosfer yang Mempengaruhi Cuaca EkstremMonsun Asia merupakan salah satu fenomena atmosfer yang berkontribusi signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Monsun ini dihasilkan oleh perbedaan suhu antara daratan dan lautan, yang memicu angin kencang dan hujan. Dampak dari Monsun Asia akan terus terasa, khususnya menjelang akhir musim hujan, di mana peningkatan curah hujan diprediksi terjadi.
Selain Monsun Asia, keberadaan bibit siklon tropis juga turut memengaruhi pola cuaca ekstrem di Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, terdapat beberapa bibit siklon yang terpantau aktif di sekitar wilayah Tanah Air. Misalnya, Bibit Siklon Tropis 94W teridentifikasi di Samudra Pasifik, yang berpotensi menghasilkan hujan lebat di Papua Barat dan Maluku Utara. Bibit lain, 92S yang terlokasi di Samudra Hindia bagian barat daya, dapat menyebabkan gelombang tinggi di perairan sekitar Lampung.
Aktivitas gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga berada pada fase aktif di wilayah Indonesia. Gelombang-gelombang ini berperan dalam memperkuat hujan lebat di beberapa daerah, menciptakan kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi berbahaya.
Baca Juga:Fenomena Gerhana Matahari Cincin, Kapan Dan Di Mana Bisa Menyaksikannya?
Hujan lebat-sangat lebat
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
DI Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Nusa Tenggara Timur
-
Sulawesi Selatan
-
Papua Pegunungan
-
Papua
Angin kencang
-
Nusa Tenggara Timur
-
Sulawesi Selatan
-
Maluku
Hujan lebat-sangat lebat
-
Jawa Timur
-
Nusa Tenggara Timur
-
Papua Pegunungan
Angin kencang
-
Sulawesi Selatan
-
Nusa Tenggara Barat
Baca Juga:BRIN-BMKG: Prediksi Hilal Awal Bulan Ramadhan Mungkin Berbeda





