RI Masih Diliputi Cuaca Ekstrem Pekan Ini, Apa Penyebabnya?

narasi.tv
11 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya adalah Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat, yang mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Adapun curah hujan tertinggi yang tercatat menunjukkan angka yang mencolok, dengan Jawa Barat mencapai 255,7 mm/hari. Wilayah lain seperti Nusa Tenggara Timur dan Lampung juga menunjukkan angka signifikan, yaitu masing-masing 97,6 mm/hari dan 87 mm/hari. Kondisi ini menunjukkan potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak luas.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya curah hujan ekstrem adalah aktivitas Monsun Asia, angin dingin dari utara, serta peningkatan konvektivitas akibat fase La Niña yang lemah. Kombinasi faktor-faktor ini berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu-waktu mendatang.

Fenomena Atmosfer yang Mempengaruhi Cuaca Ekstrem

Monsun Asia merupakan salah satu fenomena atmosfer yang berkontribusi signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Monsun ini dihasilkan oleh perbedaan suhu antara daratan dan lautan, yang memicu angin kencang dan hujan. Dampak dari Monsun Asia akan terus terasa, khususnya menjelang akhir musim hujan, di mana peningkatan curah hujan diprediksi terjadi.

Selain Monsun Asia, keberadaan bibit siklon tropis juga turut memengaruhi pola cuaca ekstrem di Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, terdapat beberapa bibit siklon yang terpantau aktif di sekitar wilayah Tanah Air. Misalnya, Bibit Siklon Tropis 94W teridentifikasi di Samudra Pasifik, yang berpotensi menghasilkan hujan lebat di Papua Barat dan Maluku Utara. Bibit lain, 92S yang terlokasi di Samudra Hindia bagian barat daya, dapat menyebabkan gelombang tinggi di perairan sekitar Lampung.

Aktivitas gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga berada pada fase aktif di wilayah Indonesia. Gelombang-gelombang ini berperan dalam memperkuat hujan lebat di beberapa daerah, menciptakan kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi berbahaya.

Baca Juga:Fenomena Gerhana Matahari Cincin, Kapan Dan Di Mana Bisa Menyaksikannya?

Prediksi Cuaca Tiap Daerah Sepekan 3-5 Februari 2026

Hujan lebat-sangat lebat

Angin kencang

6-9 Februari 2026

Hujan lebat-sangat lebat

Angin kencang

Baca Juga:BRIN-BMKG: Prediksi Hilal Awal Bulan Ramadhan Mungkin Berbeda

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mentan Sebut Food Estate Merauke Dorong Percepatan Infrastruktur Papua Selatan
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Profil Eyang Meri, Istri Jenderal Hoegeng yang Wafat di Usia 100 Tahun
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Andi Amrullah Djaya Calon Tunggal Ketua PORDI Makassar
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Banjir di Jalan DI Panjaitan Jaktim Bikin Macet, Lalu Lintas Dialihkan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
YELLO Hotel Jemursari Surabaya Hadirkan “Urban District Market”, Destinasi Baru Urban Lifesyle di Kota Pahlawan
• 18 menit laluerabaru.net
Berhasil disimpan.