FAJAR, MAKASSAR — Kabar baik akhirnya datang ke kubu PSM Makassar. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu resmi bebas dari sanksi FIFA. Kepastian tersebut terpantau di laman resmi FIFA, Senin (2/2/2026) pukul 23.55 Wita. Nama PSM tidak lagi tercantum dalam daftar klub yang terkena larangan transfer.
Dengan dicabutnya sanksi tersebut, manajemen Juku Eja kini bisa mendaftarkan dua pemain yang sebelumnya sudah dikontrak namun tertahan administrasi, yakni Dusan Lagator dan Sheriddin Boboev. Keduanya diharapkan menjadi pembeda di tengah situasi sulit yang sedang dialami Pasukan Ramang.
PSM tengah berada dalam tren negatif. Hasil imbang tanpa gol melawan Semen Padang di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/2/2026), memperpanjang rekor tanpa kemenangan menjadi tujuh laga beruntun di Super League 2025/2026. Dalam periode tersebut, PSM hanya mengoleksi dua poin dari dua kali imbang dan lima kekalahan.
Sanksi FIFA dan Masalah Lama
Sebelumnya, PSM kembali dijatuhi sanksi FIFA berupa larangan transfer selama tiga periode. Sanksi tersebut tercatat berlaku sejak 29 Januari 2026, bertepatan dengan hari perkenalan striker anyar Luka Cumic.
Sumber sanksi kuat diduga berkaitan dengan tunggakan gaji pemain, yang mengarah pada kasus Abu Kamara. Penyerang asal Liberia itu belakangan menghilang dari aktivitas tim dan tidak terlihat dalam sesi latihan maupun pertandingan resmi. Hingga kini, status kontraknya belum mendapat kejelasan.
Pelatih PSM, Tomas Trucha, mengaku belum mengetahui secara pasti perkembangan kontrak Abu Kamara. Situasi tersebut memperkuat dugaan adanya konflik internal terkait pemenuhan hak pemain yang akhirnya berujung pada sanksi FIFA.
Lagator dan Boboev, Jawaban atas Kebutuhan Tim
Dicabutnya sanksi FIFA memberi napas lega bagi PSM. Kehadiran Dusan Lagator dan Sheriddin Boboev dinilai bisa menambah kedalaman sekaligus keseimbangan skuad.
Sebelumnya, Tomas Trucha memang mengakui masih membutuhkan tambahan pemain. Ia menyebut setidaknya ada dua posisi krusial yang ingin diperkuat pada bursa transfer paruh musim.
“Luka (Cumic) adalah salah satu pemain yang kami datangkan. Kami masih berusaha mendatangkan dua pemain lagi untuk menyeimbangkan tim,” ujar pelatih asal Ceko tersebut.
Tomas menyebut, salah satu pemain incaran adalah pemain bertahan berkaki kanan yang bisa dimainkan sebagai bek sayap maupun gelandang bertahan. Selain itu, PSM juga membutuhkan sosok penyerang untuk mengisi kekosongan setelah kepergian Lucas Dias.
“Sejak Lucas pergi, kami perlu pemain bertipikal menyerang. Bisa dimainkan di sayap, gelandang serang, atau striker,” jelasnya.
Masalah di 20 Meter Terakhir
Di luar persoalan non-teknis, Trucha menilai masalah utama PSM ada pada efektivitas serangan. Ia menyoroti buruknya kualitas penyelesaian akhir dan umpan di area krusial.
“Masalah kami ada di 20 meter terakhir. Kualitas mencetak gol, operan terakhir, dan umpan silang,” tegasnya.
Rentetan hasil buruk juga dipengaruhi faktor lawan berat seperti Persib Bandung, Madura United, dan Borneo FC, serta badai cedera yang menimpa beberapa pemain kunci seperti Savio dan Medina. Gledson pun belum sepenuhnya fit dan harus memulai laga dari bangku cadangan saat melawan Semen Padang.
Menanti Titik Balik
Kini, bebasnya PSM dari sanksi FIFA membuka peluang perubahan. Lagator dan Boboev diharapkan memberi dampak instan, terutama jelang laga krusial menghadapi PSBS Biak. Di tengah posisi klasemen yang rawan dan tekanan zona merah yang kian mendekat, PSM tak punya banyak waktu untuk menunggu.
Sanksi sudah berlalu. Alasan juga telah diurai. Yang tersisa kini hanyalah satu tuntutan: menang.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F06%2F06%2F0feb2e46-ff44-4790-afbf-b6fbfb6e6b46.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490961/original/008220300_1770034801-20260122AA_GIilberto_SIlva-08.jpg)