Tidak Cukup Hanya Buru Ramadhan Sananta, Persebaya Berpeluang Amankan Jasa Striker Persib Dimas Drajad

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SURABAYA – Persebaya Surabaya masih bergerak aktif di bursa transfer. Tidak cukup hanya berburu Ramadhan Sananta, Green Force berpeluang mengamankan jasa striker Persib Bandung, Dimas Drajad.

Dua ujung tombak Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong (STY) itu kini menghiasi rumor transfer Bajul Ijo. Di lapangan hijau, mereka kerap berbagi peran. Kini, keduanya berpeluang besar berseragam hijau di paruh musim ini.

Dimas Drajad kini terjepit di antara dua persimpangan. Kabar ketertarikan Persebaya ini diungkap oleh akun fans base @tribunpersebaya.

“RUMOUR. Apakah dia tertarik gabung kita? Ya atau tidak, coach @bernardotavares80?” tulis akun tersebut.

Pintu keluar dari Persib Bandung tampak terbuka lebar. Persaingan di lini depan Maung Bandung kian sesak. Nama Andrew Jung dan Ramon Tanque menjadi pilihan utama Bojan Hodak.

Status Dimas Drajat kini dalam status pinjamkan ke Malut United. Namun, nasibnya tidak beruntung. Menit bermainnya kering, hanya 77 menit dari 6 laga.

Ditambah lagi, gesekan emosional dengan Bobotoh menjadi duri dalam kepulangan ke Bandung. Opsi peminjaman hingga musim berakhir menjadi jalan paling logis bagi Persebaya.

Aroma Reuni Ramadhan Sananta

Di sisi lain, kerinduan akan Ramadhan Sananta kian membuncah. Bernardo Tavares ingin memanggil kembali anak didiknya saat di PSM Makassar tersebut. Kabar ini pertama kali diletupkan oleh akun Instagram @transfernews__ft.

“Persebaya Surabaya, kabarnya tertarik untuk mendatangkan striker lokal Indonesia, Ramadhan Sananta,” lapor akun tersebut, Selasa (3/2/2026).

Kontrak Sananta di DPMM FC akan usai pada 30 Juni 2026. Hal ini menjadi celah bagi manajemen Bajul Ijo. Meski harus merogoh kocek dalam, opsi peminjaman dengan status permanen bisa jadi solusi ekonomi.

Isyarat Hijau di Media Sosial

Aroma kedatangan Sananta kian menyengat. Baru-baru ini, sang striker mengunggah sepatu berwarna hijau di Instagram. Warna yang menjadi identitas sakral Persebaya.

Unggahan itu seketika menjadi magnet bagi Bonek. Mereka berharap sang mesin gol segera merapat. Reuni dengan Bernardo Tavares di Surabaya kini tinggal menunggu waktu.

Bersama DPMM FC, eks pemain Persis Solo itu telah tampil dalam 19 pertandingan di tiga ajang berbeda. Dari laga tersebut, Sananta mencatatkan empat gol dan dua assist.

Indonesia Sentris

Langkah Persebaya membidik Ramadhan Sananta dan Dimas Drajad menunjukkan pergeseran strategi yang cerdas. Alih-alih hanya bergantung pada pemain asing yang berisiko dalam adaptasi, manajemen memilih “produk jadi” berlabel Timnas.

Keuntungannya, kedua pemain memiliki chemistry yang sudah terbangun karena sering diduetkan oleh STY. Ini akan meminimalkan waktu adaptasi di lapangan dan meningkatkan nilai jual (branding) klub di mata sponsor.

Sosok Bernardo Tavares bisa menjadi kunci utama dalam magnet transfer ini. Sananta mencapai performa puncaknya saat diorbitkan Tavares di PSM Makassar. Hubungan guru dan murid ini seringkali menjadi penentu pemain dalam memilih klub, melampaui sekadar nilai kontrak.

Tavares yang dikenal dengan gaya main direct football tentu membutuhkan striker dengan fisik kuat dan penyelesaian akhir tajam. Sananta maupun Dimas masuk dalam kreteria tersebut.

Di sisi lain, hubungan yang merenggang dengan suporter Persib (Bobotoh) serta minimnya menit bermain di Malut United adalah momentum emas. Persebaya hadir sebagai “penyelamat” karier Dimas yang tengah meredup di klub asalnya.

Berawal dari Kekecewaan

Munculnya nama Ramadhan Sananta dan Dimas Drajat bisa jadi akibat hasil imbang 1-1 kala menjamu Dewa United, Minggu (1/2/2026). Bagi Tavares, hasil ini bak sebuah kekalahan telak.

Di mata sang nakhoda, satu poin di rumah sendiri adalah luka bagi ambisi juara. Tidak heran Tavares menginginkan tambahan striker.

Melansir dari kanal YouTube Football Update, pelatih asal Portugal itu tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. “Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” tegas Tavares dengan nada getir usai laga. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan Daan Mogot Bakal Dibangun Flyover Urai Macet Parah Saat Jalanan Terendam Banjir
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
13 Tahun Jadi Hakim MK, Arief Hidayat Pensiun
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Gak Puas Cuma Diakui Anak Kandung, Ressa Rizky Minta Ketemu Langsung Sama Denada
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Gol Troy Parrott antar AZ ke semifinal Piala Belanda
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Demam Teknologi Kembali Menyelimuti Bursa Saham Asia
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.