Pantau - Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak Pemerintah Kabupaten Boven Digoel untuk mengirimkan putra-putri terbaik daerahnya guna mengikuti Program Beasiswa Patriot yang difokuskan untuk mendukung pembangunan di kawasan transmigrasi, termasuk Kampus Patriot Salor di Merauke, Papua Selatan.
Pengembangan SDM Kunci Sukses TransmigrasiDalam ajakannya, Menteri Iftitah menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengembangan kawasan transmigrasi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Silakan kirim mahasiswa atau SDM yang terbaik untuk mengikuti Beasiswa Patriot untuk ditempatkan di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke,” ungkapnya.
Program beasiswa ini ditujukan bagi 1.100 mahasiswa pascasarjana (S2) yang akan menempuh pendidikan di tiga Kampus Patriot yang sedang dan akan dibangun, yakni di:
- Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke (Papua Selatan)
- Kawasan Transmigrasi Batam-Rempang-Galang (Barelang), Batam (Kepulauan Riau)
- Kawasan Transmigrasi Kalukku, Mamuju (Sulawesi Barat)
Program ini menggandeng tujuh perguruan tinggi negeri mitra, yakni Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Beasiswa Patriot mencakup berbagai program studi strategis seperti teknik, agribisnis, lingkungan, perikanan, hingga pariwisata berkelanjutan.
Setiap kampus memiliki kuota 20 mahasiswa per program studi.
Khusus Kampus Patriot Salor, Merauke, disiapkan 29 program studi yang meliputi bidang pertanian, energi, hukum agraria, gizi, teknologi perkebunan, dan lainnya.
Program ini dirancang untuk membekali SDM lokal dan nasional agar mampu membangun wilayah transmigrasi secara mandiri dan profesional.
Transmigrasi Berbasis Permintaan dan Manfaat LokalSaat ini, terdapat 60 daerah yang telah mengajukan permohonan penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) ke Kementerian Transmigrasi.
M Iftitah menegaskan bahwa program transmigrasi hanya berjalan atas permintaan daerah dan harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat lokal.
Program transmigrasi yang diusung pemerintah mengacu pada tiga prinsip utama:
- Inklusif – semua pihak, termasuk masyarakat lokal, mendapat kesempatan kerja dan manfaat langsung.
- Berkeadilan – menjamin upah dan kondisi kerja yang layak.
- Berkelanjutan – memastikan kelestarian lingkungan dan pembangunan jangka panjang.



