Harga timah melonjak tajam hingga 7,57 persen pada penutupan perdagangan Selasa (3/2), memimpin penguatan sektor logam di tengah tren harga komoditas energi yang bergerak variatif.
Kenaikan signifikan ini menjadi sorotan utama pasar saat harga komoditas lain seperti batu bara justru mencatatkan pelemahan.
Harga Minyak
Harga minyak mentah naik sekitar 2 persen pada Selasa (3/2), setelah AS menembak jatuh sebuah drone Iran dan kapal-kapal bersenjata mendekati kapal berbendera AS di Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran bahwa pembicaraan untuk meredakan ketegangan AS-Iran dapat terganggu.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik USD 1,03, atau 1,6 persen, menjadi USD 67,33 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik USD 1,07, atau 1,7 persen menjadi USD 63,21 per barel.
Batu Bara
Harga batu bara ICE Newcastle juga merosot pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan situs Barchart, harga batu bara turun 1,29 persen dan berada di harga USD 115,1 per ton.
CPO
Adapun harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) menurun pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan tradingeconomics, harga CPO turun 0,38 persen berada di MYR 4.213 per ton.
Nikel
Harga nikel terpantau mengalami penguatan pada penutupan perdagangan Selasa. Harga nikel berdasarkan tradingeconomics naik 2,05 persen menjadi USD 17.395 per ton.
Timah
Sementara itu, harga timah juga terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Selasa. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exchange (LME) melesat 7,57 persen dan menetap di USD 50.122 per ton.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5122239/original/082727700_1738731861-WhatsApp_Image_2025-02-05_at_08.27.51.jpeg)

