REPUBLIKA.CO.ID, KEBUMEN -- Seorang personel Satpol PP di Kecamatan Alian, Kebumen, Jawa Tengah, tewas dibacok orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Peristiwa itu terjadi saat personel Satpol PP tersebut ditugaskan mengevakuasi ODGJ, Senin (2/2/2026).
"Saat ini Polres Kebumen sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian ini,” ungkap Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026). Personel Satpol PP yang tewas dibacok berinisial MA. Pada Senin lalu, dia ditugaskan membantu proses evakuasi seorang ODGJ bernama Ruwadi yang tinggal di Dukuh Krajan RT 002/003 Desa Krakal, Kecamatan Alian. Evakuasi tersebut melibatkan tiga anggota Polsek Alian, dua anggota Koramil Alian, lima anggota Satpol PP, satu perwakilan pemerintah desa, serta keluarga Ruwadi. Saat hendak diamankan dan dievakuasi, Ruwadi keluar dari rumah dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul, yakni sabit, pisau daging, serta linggis. Saat sudah hampir dimasukkan ke ambulans, Ruwadi melakukan perlawanan. Dia mengayunkan sabit dan linggis. Pisau daging disebut berada di pinggangnya. .rec-desc {padding: 7px !important;}
Tim Satreskrim Polres Kebumen melakukan olah TKP peristiwa pembacokan personel Satpol PP hingga tewas oleh seorang ODGJ di Dukuh Krajan RT 002/003 Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (3/2/2026). - (Humas Polres Kebumen)
Para petugas sempat berupaya melucuti senjata tajam yang digenggam Ruwadi, tapi gagal. Ruwadi kemudian mengejar korban MS dan menyerangnya menggunakan sabit. Akibat serangan tersebut, MS mengalami luka sayat cukup parah. Setelah kejadian itu, MS segera dilarikan ke Rumah Sakit dr Soedirman Kebumen. Namun, sekitar 30 menit setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.