Militer AS Menembak Jatuh Drone Iran di Laut Arab Saat Mendekati Kapal Induk USS Abraham Lincoln

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Komando Pusat Amerika Serikat (U.S. Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa sebuah drone Iran mengabaikan instruksi de-eskalasi saat terbang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln.

EtIndonesia. Sebuah jet tempur Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran ketika drone tersebut mendekati kapal induk AS di Laut Arab pada 3 Februari, demikian diumumkan CENTCOM.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Presiden Donald Trump baru-baru ini memerintahkan pengerahan kekuatan angkatan laut ke Timur Tengah, serta mengancam serangan militer terhadap Iran jika Teheran tidak menyetujui pembatasan baru atas pengembangan nuklirnya.

CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengatakan bahwa USS Abraham Lincoln saat itu beroperasi sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran, ketika pasukan AS mendeteksi sebuah drone yang mereka identifikasi sebagai drone Shahed-139 milik Iran.

Dalam pernyataan pers yang dikirim melalui email, CENTCOM menyebutkan bahwa drone Iran tersebut “melakukan manuver yang tidak perlu ke arah kapal induk.”

CENTCOM mengatakan bahwa pasukan AS telah mengeluarkan instruksi de-eskalasi, namun drone itu tetap melanjutkan lintasannya menuju kapal induk. Pada titik itulah, sebuah jet tempur siluman F-35C Lightning II yang berpangkalan di kapal induk tersebut melakukan intervensi dan menembak jatuh drone.

“Tidak ada personel militer Amerika yang terluka dalam insiden ini, dan tidak ada peralatan AS yang mengalami kerusakan,” ujar CENTCOM.

CENTCOM juga melaporkan insiden terpisah beberapa jam kemudian, ketika dua kapal Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) serta sebuah drone Mohajer milik Iran mendekati kapal dagang berbendera dan berawak Amerika Serikat, M/V Stena Imperative. Kapal tersebut saat itu beroperasi di dekat Selat Hormuz.

Kapal-kapal IRGC tersebut diduga mengancam akan menaiki kapal dagang AS, namun kapal perusak berpeluru kendali USS McFaul tiba di lokasi. Angkatan Udara AS juga turun tangan untuk memberikan dukungan udara defensif.

Menurut CENTCOM, insiden kedua ini berhasil diredakan setelah kapal perang dan pesawat AS melakukan intervensi.

Pekan lalu, CENTCOM telah mengeluarkan peringatan langsung kepada pasukan Iran agar menghindari perilaku provokatif di dekat pasukan AS, mitra regional, maupun kapal-kapal komersial.

Penembakan jatuh drone Iran ini terjadi menjelang pertemuan yang direncanakan di Turki pada Jumat, antara Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Selasa, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan,

“Pembicaraan, sejauh ini, masih dijadwalkan.”

“Jelas, diplomasi membutuhkan dua pihak yang mau bekerja sama. Anda membutuhkan mitra yang bersedia. Dan itulah yang ingin dijajaki dan dibahas oleh Utusan Khusus Witkoff,” tambahnya.

Leavitt juga menyatakan bahwa Trump memiliki berbagai opsi untuk menghadapi Iran, seraya menyinggung serangan pada Juni 2025 terhadap tiga fasilitas nuklir Iran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bersih-Bersih Arsip! Hutama Karya Musnahkan 57 Ribu Berkas, Pertama di Klaster BUMN Infrastruktur
• 18 jam laludisway.id
thumb
16 Ormas Islam Setuju Indonesia Gabung Board of Peace untuk Kemerdekaan Palestina
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Kapolri Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Istri Jenderal Hoegeng
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendag Pastikan Tak Akan Ada Moratorium Ekspor Kelapa Jelang Lebaran
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Tipe MBTI yang Dikenal Paling Lemah Lembut
• 17 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.