Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan tak akan ada moratorium atau penyetopan sementara ekspor kelapa jelang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
Budi mengakui harga kelapa di dalam dan luar negeri memang berbeda. Dengan demikian, Budi tidak akan menghalangi petani atau pelaku usaha untuk mengekspor kelapa, meskipun ini bisa mempengaruhi harga kelapa di dalam negeri.
“Kita tidak ada rencana untuk moratorium, karena memang, ya, ini petani, kan, lagi menikmati harga harga kelapa. Kalau dulu, kan, harga kelapa murah sekali jadi kita memang gitu,” kata Budi Jakarta Pusat, Selasa (3/2).
Berdasarkan data info pangan Jakarta, harga kelapa bulat di pasar di Jakarta dibanderol Rp 14.987 per butir atau naik Rp 120 dari hari sebelumnya.
Terlebih menurut Budi, saat ini sudah ada investor asing yang masuk ke Indonesia dan melirik hilirisasi kelapa seperti untuk produk santan dan lainnya.
Dia melihat masuknya investor asing di sektor kelapa ini sebagai upaya investor mendekatkan diri pada bahan baku kelapa yang sebelumnya hanya bisa didapat ketika Indonesia mengekspor komoditas tersebut.
“Nah berarti, kan, mereka sudah mendekatkan diri ke bahan bakunya, mudah-mudahan akan lebih bagus lagi nanti,” jelasnya.




