MerahPutih.com - Munculnya ancaman global penyebaran Virus Nipah membuat aparat Kepolisian Indonesia meningkatkan kewaspadaan. Mabes Polri menggelar Forum Belajar Bersama Posko Presisi sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi wabah yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Virus Nipah memiliki tingkat kematian tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak serius jika tidak diantisipasi. Kegiatan yang berlangsung di Posko Presisi Polri, Jakarta, diikuti seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia melalui Zoom Meeting.
“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh jajaran Polri perlu terus ditingkatkan, termasuk dalam mengantisipasi potensi disinformasi dan hoaks,” kata Waka Posko Presisi Mabes Polri Brigjen Indarto di Jakarta, Rabu (3/2).
Baca juga:
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman
Komunikasi Publik Cegah Kepanikan MassaIndarto menekankan pentingnya komunikasi publik yang menenangkan agar masyarakat tidak panik dan tidak mudah terpengaruh berita palsu. “Karena ini dapat berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat,” tandasnya.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi produk atau makanan mentah yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan manusia atau benda yang terpapar.
Baca juga:
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Gejala dan Masa Inkubasi Virus NipahVirus ini memiliki masa inkubasi 4–14 hari dengan tingkat kematian mencapai 40–75 persen, disertai gejala gangguan pernapasan dan neurologis. Hingga kini, belum ditemukan kasus positif Virus Nipah di Indonesia.
WHO menyatakan risiko penyebaran Nipah ke luar India saat ini rendah karena belum ada bukti penularan lanjutan di komunitas, sementara penanganan kontak dilakukan secara ketat. (Knu)




