Percepatan pemulihan pascabencana terus dilakukan. Salah satunya melalui ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih permanen, sekaligus pendistribusian air bersih siap minum ke sejumlah wilayah terdampak di Sumatra Barat.
Berdasarkan laporan pemantauan di lapangan pada Senin (2/2), pembangunan sumur bor telah rampung sebanyak 17 unit yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota, di antaranya Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok, serta Kota Padang. Selain itu, dua unit sumur bor lainnya masih dalam tahap pembangunan, khususnya di wilayah Kota Padang.
Pembangunan sumur bor di Kelurahan Kapalo Koto dan Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dilengkapi dengan bak penampungan air untuk memastikan ketersediaan cadangan air bersih bagi warga. Personel TNI turut terlibat aktif dalam proses pembangunan, mulai dari pemasangan tiang pancang hingga penyiapan sarana penampungan air.
Selain pembangunan sumber air bersih, pemerintah juga melaksanakan pendistribusian air bersih siap minum menggunakan mobil reverse osmosis (RO) dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) dan mobil pemadam kebakaran dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.
Distribusi dilakukan di sejumlah wilayah terdampak di Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam.
Dari rangkaian foto dan video yang diterima, masyarakat terlihat antusias dan tertib mengantre untuk mengisi jeriken mereka dengan air bersih. Kehadiran armada distribusi air ini menjadi solusi sementara yang krusial, terutama bagi warga yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih pascabencana.
Melalui kombinasi pembangunan infrastruktur air bersih dan distribusi air siap konsumsi, pemerintah berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi.
Masjid dan Gereja di Tapanuli Sumut Terus Dibersihkan, Fokus Singkirkan Tanah dan LumpurFasilitas ibadah tak luput dari pembersihan oleh anggota TNI. Sejumlah tempat ibadah seperti masjid dan gereja turut dibersihkan di Sumatra Utara usai bencana melanda.
Pembersihan tempat ibadah ini masih difokuskan pada pembenahan halaman dari lumpur dan tanah yang mengeras. Sejumlah anggota TNI juga tengah sibuk membuat dan memperbaiki parit yang sempat tertutup lumpur.
Pantauan lapangan pada Senin (2/2) kegiatan pembersihan dilakukan di Gereja GKPA Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Sejumlah anggota TNI tengah membersihkan halaman gereja dengan cangkul dan sekop.
Kondisi gereja tampak koyak di beberapa titik. Saat ini fokus anggota TNI masih pada pembersihan area gereja.
Upaya pembersihan juga dilakukan di Gereja Gefkin, Gereja HKBP, dan Gereja Katolik di Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, Tapsel. Lumpur kering terlihat masih menumpuk di sekitar Gereja Gefkin. Sejumlah anggota TNI berupaya membersihkan lumpur itu dengan cangkul.
Kegiatan pembersihan juga dilakukan di Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, Tapsel. Para anggota TNI juga masih fokus membersihkan halaman masjid dari lumpur yang sudah mengeras.
Selanjutnya, pembersihan masih berlangsung di Mesjid Babussalam dan Masjid Nurul Islam di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batangtoru, Tapsel. Fokusnya juga masih pada upaya merapikan area halaman masjid yang masih dipenuhi tanah dan lumpur. Anggota TNI juga tampak tengah membuat parit sederhana agar aliran air pembuangan bisa lebih lancar.
Kegiatan yang sama juga dilakukan di Masjid Shobu’ul, di Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, Tapsel.
Di Tapanuli Tengah (Tapteng), anggota TNI melakukan pembersihan di sejumlah tempat ibadah di Kecamatan Tukka, yakni Gereja HKBP Desa Bonalumban; Masjid Jami Desa Bonalumban; dan Masjid Al-Huda, Desa Hutanabolon.





